0

superjunior

Hangul

(Hey Hey Well.. Hey Hey)

지금 내가 하려는 말이
좀 이상할지 몰라
왜인지 넌 좀 어려워서
난 늘 쩔쩔매니까
이토록 원하게 되고
"Oh Baby Baby,
Please don’t go"
당신 앞에 무릎 꿇는 것도
이 모든 게 너무 자연스러워

한없이 자꾸 애원하게 해
젠장 잠조차 못 자게 돼
도대체 이 감정이
뭔지 모르겠잖아

넌 차고 뜨거워 Devil
한 여름 소나기 샤워
달궈진 온몸을 적셔온 뒤에
그리곤 또 목 타오게 하지
넌 저 먼 사막의 소금
새빨간 적도의 그늘
한 순간 쾌락을 맛보게 하곤
그리고 또 목 타오게 하지
넌 차고 뜨거워

어느 날 말이야
네가 외로워 울 때에
내가 그 눈물 닦아줄게
부디 허락한다면
별은 운명을 던져
간절히,절히 원하게 됐어
온종일 갈구해 또 절망해
와 모든 게 놀라울 뿐이야

어떤 수식어로도 부족한
로맨틱보다 좀 더 복잡한
도대체 이 감정이
뭔지 모르겠잖아

넌 차고 뜨거워 Devil
한 여름 소나기 샤워
달궈진 온몸을 적셔온 뒤에
그리곤 또 목 타오게 하지
넌 저 먼 사막의 소금
새빨간 적도의 그늘
한 순간 쾌락을 맛보게 하곤
그리고 또 목 타오게 하지
넌 차고 뜨거워

목 타오르는 다 적셔오는
맛보고 싶은 그대야
들어줘 (들어줘)
받아줘 (받아줘)
I say 나는 그냥 다 좋아
(나는 그냥 다 좋아)
I say 네 모든 게 다 좋아
(네 모든 게 다 좋아)
And I say 아름다운 너
(아름다운 너)
And I say 내 것이 되지

넌 차고 뜨거워 Devil
한 여름 소나기 샤워
달궈진 온몸을 적셔온 뒤에
그리곤 또 목 타오게 하지
넌 저 먼 사막의 소금
새빨간 적도의 그늘
한 순간 쾌락을 맛보게 하곤
그리고 또 목 타오게 하지
넌 차고 뜨거워

넌 차고 뜨거워
넌 차고 뜨거워
넌 차고 뜨거워

목타오게 하지 넌 Devil 뜨거워

Romanization

([Siwon] Hey Hey Well.. Hey Hey)
[Kyuhyun] Jigeum naega haryeoneun
mari
Jom isanghalji molla
Waeinji neon jom eoryeowoseo
Nan neul jjeoljjeolmaenikka
[Donghae] Itorok wonhage doego
“Oh Baby Baby, Please don’t go”
Dangsinaoe mureup kkulhneun geotdo
I modeun ge neomu jayeonseureowo
[Siwon] Haneobsi jakku aewonhage
hae
[Heechul] Jenjang jamjocha mot jage
dwae
[Yesung] Dodaeche i gamjeongi
mwonji moreugetjanha
Neon chago tteugeowo Devil
Han yeoreum sonagi syawo
Dalkwojin onmomeul jeoksyeoon dwie
Geurigon tto mok taoge haji
Neon jeo meon samagui sogeum
Saeppalgan jeokdoui geuneul
Han sungan kwaerageul matboge
hagon
Geurigo tto mok taoge haji
Neon chago tteugeowo
[Siwon] Eoneu nal mariya nega
Oerowo ul ttaee
[Kangin] Naega geu nunmul
dakkajulge
Budi heorakhandamyeon
[Leeteuk] Byeoreun unmyeongeul
deonjyeo
Ganjeorhi, jeorhi wonhage dwaesseo
[Yesung] Onjongil galguhae tto
jeolmanghae
Wa modeun ge nollaul ppuniya
[Kangin] Eotteon susigeorodo
bujokhan
[Eunhyuk] Romaentikboda jom deo
bokjaphan
[Ryeowook] Dodaeche i gamjeongi
mwonji moreugetjanha
Neon chago tteugeowo Devil
Han yeoreum sonagi syawo
Dalkwojin onmomeul jeoksyeoon dwie
Geurigon tto mok taoge haji
Neon jeo meon samagui sogeum
Saeppalgan jeokdoui geuneul
Han sungan kwaerageul matboge
hagon
Geurigo tto mok taoge haji
Neon chago tteugeowo
[Heechul] Mok taoreuneun da
jeoksyeooneun
Matbogo sipeun geudaeya
[Kangin] Deureojwo (Deureojwo)
Badajwo (Badajwo)
[Eunhyuk] I say naneun geunyang da
joha
([Leeteuk] Naneun geunyang da joha)
[Eunhyuk] I say ne modeun ge da joha
([Leeteuk] Ne modeun ge da joha)
[Eunhyuk] And I say areumdaun neo
(Areumdaun neo)
And I say nae geosi doeji
Neon chago tteugeowo Devil
Han yeoreum sonagi syawo
Dalkwojin onmomeul jeoksyeoon dwie
Geurigon tto mok taoge haji
Neon jeo meon samagui sogeum
Saeppalgan jeokdoui geuneul
Han sungan kwaerageul matboge
hagon
Geurigo tto mok taoge haji
Neon chago tteugeowo
[Donghae] Neon chago tteugeowo
[Yesung] Neon chago tteugeowo
[Eunhyuk] Neon chago tteugeowo
Moktaoge haji neon Devil tteugeowo

English Translation

(Hey Hey Well.. Hey Hey)
What I’m about to say
Might sound strange
I don’t know why but you’re a bit hard
for me,
I’m always struggling
I want you so bad,
Oh baby baby please don’t go
Everything, even kneeling before you
Feels so natural now
I keep begging you, endlessly
Dammit, I can’t even fall asleep
I can’t figure out what this feeling is
You’re cold and hot, devil
Like a midsummer rain shower
After drenching my hot body,
You burn up my throat again
You’re the salt of the faraway desert,
A shadow of the red hot equator
You make me taste a moment of
pleasure
Then you burn up my throat again
You’re cold and hot
One day, when you’re
Lonely and crying
I’ll wipe away those tears,
If you would allow me
The stars show my fate
And now I desperately want you
All day, I’m in desire and despair,
Everything is just so amazing
No word is enough to describe this
A bit more complicated than romantic
I can’t figure out what this feeling is
You’re cold and hot, devil
Like a midsummer rain shower
After drenching my hot body,
You burn up my throat again
You’re the salt of the faraway desert,
A shadow of the red hot equator
You make me taste a moment of
pleasure
Then you burn up my throat again
You’re cold and hot
My throat is burning up,
I wanna taste the wet you
Listen to me (listen to me)
Accept me (accept me)
I say, I just like it all
(I just like it all)
I say, I like everything about you
(I like everything about you)
And I say, beautiful you
(Beautiful you)
And I say, be mine
You’re cold and hot, devil
Like a midsummer rain shower
After drenching my hot body,
You burn up my throat again
You’re the salt of the faraway desert,
A shadow of the red hot equator
You make me taste a moment of
pleasure
Then you burn up my throat again
You’re cold and hot
You’re cold and hot
You’re cold and hot
You’re cold and hot
You burn up my throat, you’re a devil,
so hot

Indo Trans

(Hey Hey Hey Hey Well ..)
Apa yang saya katakan
Mungkin terdengar aneh
Aku tidak tahu mengapa tapi kau agak sulit
untukku,
Saya selalu berjuang
Aku ingin kau begitu buruk,
Oh baby baby jangan pergi
Semuanya, bahkan berlutut di depan Anda
Terasa begitu alami sekarang
Aku terus memohon Anda, tanpa henti
Sialan, aku bahkan tidak bisa tidur
Aku tidak tahu apa perasaan ini
Anda dingin dan panas, iblis
Seperti hujan pertengahan musim panas
Setelah membasahi tubuh saya panas,
Anda membakar tenggorokanku lagi
Kau garam gurun jauh,
Sebuah bayangan khatulistiwa panas merah
Anda membuat saya merasakan momen
kesenangan
Kemudian Anda membakar tenggorokanku lagi
Anda dingin dan panas
Suatu hari, ketika Anda
Kesepian dan menangis
Aku akan menghapus air mata,
Jika Anda akan memungkinkan saya
Bintang-bintang menunjukkan nasib saya
Dan sekarang saya sangat ingin Anda
Sepanjang hari, aku dalam keinginan dan putus asa,
Semuanya hanya begitu menakjubkan
Tidak ada kata yang cukup untuk menggambarkan ini
Sedikit lebih rumit daripada romantis
Aku tidak tahu apa perasaan ini
Anda dingin dan panas, iblis
Seperti hujan pertengahan musim panas
Setelah membasahi tubuh saya panas,
Anda membakar tenggorokanku lagi
Kau garam gurun jauh,
Sebuah bayangan khatulistiwa panas merah
Anda membuat saya merasakan momen
kesenangan
Kemudian Anda membakar tenggorokanku lagi
Anda dingin dan panas
Tenggorokan saya terbakar,
Saya ingin merasakan basah Anda
Dengarkan aku (mendengarkan saya)
Menerima saya (menerima saya)
Saya katakan, saya hanya ingin semuanya
(Aku hanya ingin semuanya)
Saya katakan, saya suka segala sesuatu tentang Anda
(Aku suka segala sesuatu tentang Anda)
Dan saya katakan, indah Anda
(Indah Anda)
Dan saya katakan, menjadi milikku
Anda dingin dan panas, iblis
Seperti hujan pertengahan musim panas
Setelah membasahi tubuh saya panas,
Anda membakar tenggorokanku lagi
Kau garam gurun jauh,
Sebuah bayangan khatulistiwa panas merah
Anda membuat saya merasakan momen
kesenangan
Kemudian Anda membakar tenggorokanku lagi
Anda dingin dan panas
Anda dingin dan panas
Anda dingin dan panas
Anda dingin dan panas
Anda membakar tenggorokanku, kau setan,
sangat panas

0

_Can I Love You, Saem ?_ part 3

_Can I Love You, Saem ?_ part 3
GENRE : Romance, school life
LENGTH : series
RATED : PG 17
MAIN CAST : Cho Kyuhyun_SJ
Choi Rahyun_OC
AUTHOR : RaraCho
FACEBOOK : https://www.facebook.com/rara.safitri.98622
            “Gadis bodoh, kenapa kau tidak bilang sejak awal padaku, jika kau mengatakannya mungkin aku tidak akan terlal    u berat menghukumu, aku minta maaf, cepatlah sembuh gadis nakal, aku tidak tenang melihatmu terbaring lemah seperti ini” sesal Kyuhyun seraya menggenggam tangan dingin Rahyun.
“Saem…”

Part 3 start

Choi Rahyun, gadis manis yang terlarut oleh perasaannya kepada gurunya sendiri, dia rela pindah sekolah dari sekolah lamanya hanya karena ingin terus berada di dekat Kyuhyun, berlebihan memang. Tapi jika cinta telah menguasaimu apa yang bisa kau lakukan selain menurutinya? Seorang gadis kesepian yang tinggal di Negara ini seorang diri,tidak ada sanak saudaranya yang menetap di Negara ini, semua familynya tinggal di Jepang. Hanya Rahyun yang tinggal di Korea saat ini, jika ditanya kenapa dia memilih bersekolah disini, dari pada di Jepang, alasanya hanya satu yaitu Kyuhyun. Bermula dari perkenalannya dengan Kyuhyun dan berlanjut sampai sekarang.

Tahun 2003

“Rahyun_ah kenapa kau tidak mau belajar disekolah?” tanya pria paruh baya yang diketahui sebagai appa Rahyun.
“Aku malas appa, mereka tidak mau berteman dengan ku, mereka semua mengejekku tidak mempunyai ibu, mereka bilang eomma meninggal karena aku. Apakah benar yang mereka katakan appa? “Tanya polos Rahyun kepada ayahnya. Sang ayah hanya menatap nanar putrinya.
“Tidak sayang, eomma pergi karena memang sudah waktunya eomma pergi”
“Pergi kemana appa? Kenapa eomma tidak mengajak  ku? Rahyun rindu eomma” ucap gadis cilik itu sedih, yah dia baru berusia 7th saat sang eomma meninggalkan Rahyun dan appa nya untuk selamanya.
“Eomma sebenarnya tidak pergi kemana-mana chagi, eomma selalu ada di sini” hibur Choi young do, appa Rahyun sambil menunjukan dada sebelah kirinya,
“Selalu bersama kita, dan mengawasi kita dari atas sana” Young do menatap lagit biru dari dalam kamar putrinya.
“Chagi, kau tau setiap malam appa bermimpi, eomma kembali dan memarahi appa, karena Rahyun tidak mau kesekolah lagi. Kau tau kan jika eomma sedang marah dia akan sangat menyeramkan”
“Benarkah itu appa? Kalau begitu aku akan berdoa” ucap Rahyun kecil sambil membenarkan posisi duduknya dan menautkan kedua tangan nya dan mulai berdoa
“Tuhan, ijinkan Rahyun menyampaikan pesan untuk eomma. ‘eomma jangan memarahi appa lagi, kasihan appa, Rahyun takut bertemu dengan orang-orang yang berada di sekolah itu, makanya Rahyun tidak mau pergi kesekolah lagi. Rahyun janji besok akan pergi ke sekolah dan belajar dengan benar. Dan satu lagi, eomma jangan hadir di mimpinya appa terus, Rahyun juga mau memimpikan eomma’ Tuhan apakah pesan Rahyun terlalu panjang? Ah.. satu lagi’eomma saranghae” Young do terharu melihat putrinya berdoa demi dirinya, walaupun ceritanya barusan adalah kebohongan.
Setelah membuang waktu cukup banyak untuk menghilangan kenangan keluarga kecil ini akan sosok sang ibu, akhirnya Rahyun dan tuan Choi dapat merelakan kepergian seseorang yang mereka cintai dengan tenang.
Tidak terasa gadis kecil yang dulu sering menangis jika diejek oleh teman-temannya, sekarang berubah menjadi gadis yang anggun dan tentunya cantik. Masa-masa sekolah menengah pertamanya dihabiskan di Jepang. Sampai saat dimana Choi young do mengenalkan Kyuhyun kepada Rahyun, sang appa mengenalkan Kyuhyun sebagai guru privat Rahyun pada saat itu, karena Rahyun tidak terlalu menguasai mata pelajaran yang memusingkan seperti itu.
Dan dari terlalu sering bertemu, menghabiskan waktu  bersama walau dalam acara belajar mengajar. Telah membuat Rahyun menanam rasa lain pada guru mudanya ini. Awalnya Rahyun mengira ini hanya perasaan kagum semata karena sering bertemu dan menghabiskan waktu bersama, tapi ternyata bukan ini benar-benar sesuatu yang dirasakan oleh orang yang sedang jatuh cinta pada umumnya.
Hari yang dinanti-nanti Kyuhyun  akhirnya tiba, hari dimana dia harus kembali kenegara asalnya Korea, setelah menempuh program sarjananya di Jepang. Dan hari yang paling ditakutkan Rahyun pun tiba, hari dimana dia harus melepaskan cinta pertamanya. Tuan Choi merasa kasihan melihat putrinya yang begitu terpukul oleh kepergian Kyuhyun, akhirnya memperbolehkan Rahyun untuk melanjutkan sekolahnya di negri gingseng itu seorang diri.
Dan akhirnya disinilah Rahyun berada sekarang, bersekolah di Jaeguk Senior High School tempat dimana dia bisa melihat Kyuhyun setiap hari, karena Kyuhyun menjadi salah satu staf pengajar di salah satu Senior High School elit di Negara ini.

Tahun 2014

“Saem..” panggil seseorang yang mengagetkan Kyuhyun
“Park Haena? Apa yang kau lakukan disini, apakah kau membolos lagi?! Setelah aku kembali ke sekolah jangan harap kau dapat bebas dari hukuman mu nona Park!”  ancam Kyuhyun pada muridnya ini.
“Haish.. saem, bisakah kau tenang sedikit? Bisa-bisa Rahyun terbangun karena volume suara saem melengking seperti ahjumma-ahjumma yang kemalingan” sungut Haena sebal dengan  tingkah gurunya ini, apakah dia tidak sadar sedang berada dimana? Oh..
“Lalu apa yang kau lakukan disini Park Haena!?” ucap Kyuhyun seperti berbisik kepada Haena.
“Ini sudah waktunya pulang sekolah saem, makanya aku kemari, aku masih cukup waras jika datang kesini pada saat jam pelajaran dan mengetahui disini masih ada saem. Aku bisa mati” balas Haena tanpa berbisik tapi dia mengecilkan suaranya
“Bagaimana keadaan Rahyun saem? Dia tidak apa-apa kan?” lanjut Haena lagi
“Jika dia tidak apa-apa untuk apa dia terbaring disini?” tanya Kyuhyun sinis
“Jadi sakit maagnya semakin parah? Huh ini semua gara-gara saem! Jika saja saem memberikan kesempatan kepada Rahyun untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, Rahyun tidak akan terbaring lemah seperti ini lagi!” emosi Haena meledak, mengetahui penyakit yang diderita sahabatnya semakin parah, apalagi ini semua disebabkan oleh saem yang sok mengatur menurutnya.
“Lagi? Jadi Rahyun pernah dirawat seperti ini juga? Apakah separah itu penyakitnya?” tanya Kyuhyun penasaran pada Haena, sedangkan yang ditanyai malah diam membisu, menimbang apakah penyakit Rahyun harus diceritakannya pada Kyuhyun atau tidak.
“Ya, semenjak Rahyun pindah ke sini beberapa tahun yang lalu tepatnya. Dia sengaja pindah jauh dari Jepang hanya untuk mengejar seseorang yang dianggapnya penting untuknya. Akibat jauhnya jaraknya kepada sang ayah, akhirnya pola makan Rahyun tidak dijaga sama sekali. Dia harus memaksakan tubuhnya untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan asing yang sama sekali tidak pernah diduga olehnya. Dan penyakit ini pun datang membuat hidup Rahyun selalu dalam keadaan waspada.” Jelas Haena panjang lebar sambil sesekali melihat keadaan Rahyun yang masih dengan damainya menutup matanya.
“Sebegitu pentingnya kah orang itu untuk Rahyun? Apakah kau mengetahui siapa orang itu Haena?” tanya Kyuhyun lagi dengan wajah yang antusias
“Aku tidak begitu tau saem, yang aku tau seseorang itu adalah cinta pertama Rahyun yang tid..”
“Haena_ah….” Ucapan Haena terpotong oleh suara lirih yang berasal dari ranjang kesakitan rumah sakit. Yah Rahyun sudah sadar,
“Rahyun_ah kau sudah sadar? Bagaimana perasaanmu? Apakah sudah membaik?” tanya Haena antusias
“Aku baik-baik saja na_ah. Cho saem? Kenapa saem berada disini?” tanya Rahyun penasaran saat melihat ada orang lagi selain Haena dan dirinya.
“Eoh..? aku hanya melihat kondisimu” jawab Kyuhyun sambil menggaruk kepala bagian belakangnya yang tidak gatal, yang menandakan dia sedang gugup.
“Aku sudah tidak apa-apa saem, mari kembali ke sekolah, aku tidak seharusnya berada disini, hukuman ku belum selesai. Masih ada 78 lembar lagi yang belum aku tulis”
“Lupakan tentang hukumanmu! Anggap saja kau telah menyelesaikannya” Ucap Kyuhyun seraya keluar dari kamar rumah sakit yang ditempati Rahyun ini. Sedangkan Rahyun dan Haena hanya melihat kepargian Kyuhyun dengan tatapan bingung.
“Apa yang terjadi dengan Cho saem, Hana_ah?”
“Tidak tau,” Rahyun menatap sahabatnya dengan tatapan curiga.
“Selama aku tidak sadar, kau tidak memberitaukan hal-hal aneh pada saem tentang aku kan? Park Haena?”
“An…anio aku mana berani,” ucap Haena gugup.
“Baguslah kalau begitu” ucap Rahyun seraya berusaha melepaskan jarum infuse yang dengan cantiknya melekat di pergelangan tangan nya.
“Ya!! Apa yang kau lakukan?” cegah Haena sambil menghentikan aksi Rahyun, sedangkan Rahyun hanya menatap sahabatnya heran.
“Tentu saja aku ingin pulang Haena_ah,, lagi pula aku tidak mempunyai cukup uang untuk membayar biaya rawat inap jika aku masih tetap disini.”
“Lagi pula hukuman ku belum aku selesaikan, aku merasa bersalah pada Cho saem” ucap Rahyun degan suara lirih seraya menunduk melihat lantai kamar rumah sakit dengan mata berkaca-kaca.
“Yang harusnya merasa bersalah itu Cho saem, bukannya kau Rahyun! Kau tidak ingat, Cho saem yang menyebabkan kau terbaring disini, kau tidak mencoba untuk membelanya kan?!” Ucap Haena emosi dengan sahabatnya ini.
“Tak apa Haena_ah, saem hanya tidak tau akan penyakitku, tapi.. kau tadi tidak bilang yang mecam-macam kan?” tunjuk Rahyun
“Kau tidak memberitahukan saem masalah penyakitku ini kan?” tunjuk Rahyun lagi, sedangkan yang sedang ditunjuk hanya menggeleng-gelengkan kepalanya berbohong.

Sedangkan sedari tadi Kyuhyun tidak sepenuhnya pergi meninggalkan kamar rumah sakit ini, dia hanya sedang berdiri menyandar di tembok disebelah pintu masuk kamar Rahyun, dan mendengar semua yang dikatakan dua gadis muda di dalam.
“Mau sampai kapan kau menyembunyikan penyakitmu Rahyun_ah?”

Beberapa hari kemudian, Rahyun kembali lagi menjalankan rutinitasnya di sekolah dan tentunya selalu bersama dengan Haena yang selalu membawa obat Rahyun, jika ditanya kenapa Haena membawa obat Rahyun setiap hari, jawabannya adalah. Rahyun selalu lupa untuk meminum obatnya, dan jika Rahyun tiba-tiba mengingat harus meminum obat, dia akan membuang obatnya, karena dia membenci benda pahit seperti itu,

Kelas pertama dan kedua Rahyun lewati dengan baik, sesekali dia melihat kearah luar kelas, berharap dapat melihat seseorang yang telah membuatnya rindu, tapi sedari tadi batang hidung orang yang dirindukannya belum juga muncul, Rahyun selalu mengingat rutinitas Kyuhyun disekolah, Kyuhyun akan melewati depan kelas Rahyun untuk menuju kelas yang akan diajarnya. Tapi sekarang pria itu belum melewati kelas Rahyun sama sekali,
“Apa ada pergantian jadwal Haena_ah?” tanya Rahyun kemudian, yah selama beberapa hari tidak masuk kesekolah membuat Rahyun ingin memastikan bahwa tidak ada peergantian jadwal.
“Tidak ada, kenapa memangnya?”
“Tidak, hanya saja aku belum melihat Cho saem melewati depan kelas kita hari ini”
“Lalu, untuk apa kau mencarinya lagi Hyun_ah?” “Bukankah hukumanmu sudah selesai, bahkan Cho saem sendiri yang memutuskannya” ucap Haena penasaran
“Tapi tetap saja. Aku merasa tidak enak hati Na_ah” jawab Rahyun seraya menundukan kepalanya.

“Choi Rahyun!! Kau dipanggil Han saem untuk menghadap ke ruangannya!” suara sang ketua kelas menggelegar memecah kegaduhan yang tercipta dan menyisakan kediaman para siswa.

“Gamsahae Jong_ah” balas Rahyun kemudian, walaupun sedikit merasa terkejut namanya disebut oleh ketua kelas untuk menghadap guru kepala.
“Huh.. Haena_ah, aku pergi dulu ne, jika kau melihat Cho saem, sampaikan padanya aku mencarinya” setelah mengatakan pesan nya kepada Haena, Rahyun segera pergi menuju ruangan Han saem.

Tok,Tok,Tok
“Masuk!!” Rahyun sedikit bergindik mendengar suara tajam dari dalam,
“Anyeong Han sem, ada ap….” Ucapan Rahyun terpotong saat dia melihat didalam ruangan itu tidak hanya ada Han saem,tapi dua orang lagi yang mengejutkan Rahyun.
“Rahyun_ah… appa merindukanmu nak,”

0

Fantasy Fanfiction : Zesar Aserhnar Part 1

Zesar Aserhnar Part 1

KyuHyun Private

Bagaimana jika di dunia ini terdapat makhluk yang hanya dapat dilihat oleh sebagian kecil manusia? hantu? bukan dia tepatnya, tapi sejenis ELF dan bukan Everlastinng nya Super junior. Tapi elf peri hutan yang mempunyai kehidupan kekal. bagaimana menurutmu? dunia ini akan menarik bukan, akan ada beberapa orang yang dapat melihatnya ada juga yang hanya dapat merasakan kehadirannya.

Wujudnya? eumm, mungkin seperti Arwen atau Legolas? haa , aku juga belum tau pasti karena aku sendiri belum pernah bertemu dengan nya. tapi temanku pernah dan dia menceritakan semuanya padaku. dan disinilah kisah ini di mulai

Story Began

Semua ini berawal pada beratus ratus tahun sebelum adanya dunia seperti saat ini. tidak ada tumbuhan hijau seperti saat ini, yang ada hanya padang pasir kering yang luas dan gersang, bebatuan besar mendominasi. Tanah kosong tak berpenghuni. Dunia masih terasa hampa dan kosong, diciptakanlah tumbuhan hijau, pepohonan besar, binatang kecil sampai binatang besar, diberikannya siklus musim hujan dan panas. Dunia yang awalnya kosong dan hampa kini terisi dengan penuh kesejukan.

Tapi sang pencipta yaitu Ainur tidak cukup sampai disitu untuk menciptakan makhluknya, dia akhirnya menciptakan tiga golongan peri yang berkuasa pada saat itu dan pada masing-masing pemimpin dibuatkan sebuah cincin yang mempunya kekuatan untuk menguasai daerah dan mengatur daerahnya sendiri. Setiap hal yang baik pasti ada juga hal yang buruknya, ya sang Pencipta juga menciptakan sosok antagonis dalam dunianya agar dapat menguji kemampuan tokoh protagonis dalam memimpin dunia yang dibuatnya.

Ialah Sauron putra kegelapan yang siap menghalangi cahaya untuk masuk, menghancurkan setiap mimpi indah setiap makhluk dan menggantikannya dengan mimpi buruk tiada henti. Sauron sangat menentang Ainur sang pencipta menurutnya kenapa sang pencipta repot-repot menciptakan para ELF jika mereka tidak sekuat dirinya untuk menguasai dunia yang luas ini? Mereka hanya kaum lemah yang hidup kekal. Sauron menertawakan kemampuan ELF yang dianugrahkan oleh Ainur. Kebencian Sauron kepada ELF memuncak saat dia mendengar Ainur khusus membuatkan ketiga pemimpin ELF sebuah cincin yang dapat menguasai daerah masing-masing, dia iri, dengki dan ingin melenyapkan bangsa ELF sepenuhnya dari dunia ini. Hingga Sauron membuat satu buah cincin yang diberkati oleh kekuatan jahatnya, untuk menguasai bangsa ELF dan menjadi pemimpin tunggal di dunia ini. Semua kekuatan hitamnya dan ambisinya untuk menguasai dunia ini dia tuangkan kedalam cincin tersebut, membuat cincin itu panas dengan ambisi tuannya.

Ketiga pemimpin bangsa ELF mendengar berita bahwa musuh mereka membuat cincin penguasa yang merupakan ancaman bagi bangsa mereka jika Sauron menggunakannya untuk memusnahkan mereka. Segera diadakan perkumpulan ketiga pemimpin dengan dibantu para orang-orang kepercayaan mereka. Aula besar yang digunakan untuk memusyawarahkan masalah ini menjadi tegang akibat kekhawatiran mereka atas murkanya Sauron terhadap bangsa ELF. Ketiga bangsa menyiapkan pasukan terbaik mereka untuk menghalau akses pasukan Sauron untuk masuk kedalam kota-kota besar di setiap bagian daerah. Persenjataan di setiap daerah diperlengkap dengan memperbanyak pedang, anak panah beserta busurnya dan melatih beberapa prajurit yang dirasa belum cakap untuk menghadapi perang besar nanti. Semua pandai besi di di berbagai daerah dikerahkan untuk membuat pedang yang berkualitas perang. Terlihat semua orang sibuk mempersenjatai diri mereka untuk menghadapi perang besar yang belum tahu kapan akan meledaknya.

Dilain pihak putra kegelapan Sauron sedang menikmati dengan santai keindahan cincin buatannya. Menurutnya cincinnya istimewa karena di pinggir lingkaran cincin terdapat satu buah kata yang hanya Sauron yang dapat membacanya. Dengan kata lain tulisan itu adalah tulisan jahat hasil pemikiran paling jahat seorang Sauron, sama dengan para musuhnya Sauron juga mempersiapkan untuk diselenggarakannya perang besar nanti dengan membuat pasukannya sendiri yang terdiri dari makhluk-makhluk menjijikan yang hanya patuh pada tuannya. Seperti sebuah perayaan besar Sauron menentukan tanggal yang bagus untuk mencetuskan lahirnya perang pertama diatas dunia ciptaan sang AInur. Dan hari penting itu tinggal beberapa hari lagi.

Salah satu pemimpin bangsa ELF mempunyai anugrah kekuatan dapat melihat masa depan, yaitu Galadriel seorang perempuan satu-satunya pemimpin dari ketiga bangsa ELF, melihat bahwa perang besar akan terjadi dalam waktu dekat. Mendengar ucapannya kedua pemimpin segera mengerahkan pasukan masing-masing untuk mengawasi perbatasan diwilayah mereka, dan prediksi Galadriel tepat sasaran. Beberapa hari berlalu dan kabut gelap datang menghantam bangsa ELF dengan tanpa belas kasihan. Yah perang telah dimulai dan tak ada yang tersisa.

Seoul, 19 januari 2015

Seorang gadis tampak gelisah diatas ranjangnya, keringat terlihat meluncur dari dahinya gumaman-gumaman aneh keluar dari mulutnya walaupun dengan mata yang masih terpejam. Sangat pas dengan keadaan hujan lebat dimalam ini, seperti dalam drama-drama yang semakin mendramatisir keadaan mimpi buruk dengan adanya hujan.

Gadis itu terbangun tak lama setelah petir menyambar yang terdengar sangat dekat seperti disamping telinga menembakan sesuatu. Dengan mata yang liar melihat sekitar sekedar memastikan bahwa dia masih berada di tempat yang aman, yaitu kamarnya. Sibuk menenangkan diri dengan menyeka keringat yang muncul di dahinya, merapikan kembali posisi selimutnya dan ingin kembali tertidur karena ini masih tengah malam, sebentar dia pejamkan matanya lalu kembali terbuka ketika ia mengingat sesuatu yang harus dilakukannya, melingkari kalender kecil yang terletak di atas meja disamping tempat tidurnya. Dengan gumaman “ 19 januari, sama seperti kemarin mimpi yang sama”. Hembusan napas keras dia keluarkan seperti lelah dengan mimpi setiap harinya, yah.. gadis ini memimpikan hal yang sama setiap malamnya yaitu kejadian perang yang mengerikan dan musnahnya suatu peradaban karena sesuatu yang jahat.

Dia sempat berfikir ada apa dengan dirinya sampai-sampai memimpikan hal yang sama setiap malamnya. Perang?? Pertarungan hei ini sudah zaman modern setiap orang akan mengira dia mengidap penyakit gangguan kejiwaan jika menceritakannya pada orang yang tidak tepat. Psikolog? Bukankah mereka juga seorang manusia yang memiliki akal, pasti mereka juga akan mengira dirinya gila. Dan jalan terbaiknya adalah jangan menceritakan kejadian aneh ini kepada siapa pun!.

Pagi ini seperti biasa, Rahyun akan berangkat menuju kampusnya dengan menggunakan bus dan berusaha melupakan mimpi buruknya semalam walaupun tetap akan teringat karena setiap hari dia rasakan kejadian yang sama. Kejadian seperti ini berawal dari 2 tahun yang lalu yaitu tepat pada pertengahan musim dingin, Rahyun yang saat itu baru berumur 17 tahun merasa kesepian karena harus berdiam diri dirumah hari itu, kedua orang tuannya pergi kunjungan bisnis keluar kota selama beberapa hari membuat Rahyun hanya sendirian di rumah. Yang dilakukan Rahyun dirumah sendirian adalah sibuk membaca novel maupun komik kesukaannya yang bergenre misteri, beberapa saat dia masih betah dengan kegiatan membacanya dan kemudian sudah merasa bosan sampai akhirnya Rahyun berjalan-jalan memutari rumahnya yang lumayan luas, melihat benda-benda antic yang jarang dilihatnya karena dia tidak tertarik dan sekarang mencoba tertarik karena ingin mengisi waktu bosannya, sampai tak sengaja Rahyun menemukan sebuah kotak yang cukup menarik, dia teringat dengan kisah novelnya yang menceritakan tokoh utama menemukan barang peninggalan nenek moyangnya yang menjadi awal petualangannya. Karena dilingkupi rasa penasaran yang cukup tinggi Rahyun mencoba membuka kotak itu dan berhasil, kotak tersebut terbuka dan menampakan isinya.

Rahyun sedikit mengernyitkan alisnya melihat didalam isi kotak tersebut teradapat sebuah kotak lagi yang lebih kecil dari sebelumnya, terbuka dan memuncul kan kotak yang lebih kecil lagi di dalamnya dan begitu seterusnya sampai pada kotak terkecil dan terbuka. Rahyun cukup terkejut melihat isi dari kotak tersebut adalah sebuah cincin emas polos yang cukup indah, entah dorongan dari mana tangan Rahyun yang bebas bergerak ingin menyentuh cincin itu perlahan mendekati permukaan cincin tersebut Rahyun semakin tertarik, sampai ketika tinggal sedikit lagi kulit tangan Rahyun ingin menyentuk permukaan cincin itu muncul mendadak bayangan sebuah kejadian yang cukup menyeramkan muncul di fikirannya. Kejadian itu tak lain dan tak bukan adalah kejadian yang dimimpikannya belakangan ini.

Seoul National University_South Korean

Rahyun berjalan dengan tenang menyusuri koridor kampus menuju kelasnya hari ini, meski dibilang mempunyai wajah yang cantik tapi tak satu pria pun yang terlihat mendekatinya, menyusuri lorong yang sedikit sempit malahan yang terlihat para pria berusaha menjauhkan badan darinya berusaha menjaga jarak lebih tepatnya. Sudah biasa dengan situasi seperti ini Rahyun tak mempermasalahkannya lagi.

Dua puluh menit Rahyun duduk terdiam di dalam kelasnya sendirian, dia selalu datang paling awal agar dapat menempati tempat favoritnya di ujung kelas, sudut dimana kemungkinan tak terlihat, perlahan lahan teman-teman Rahyun memasuki ruangan kelas dan duduk ditempat yang mereka suka semuanya tampak begitu akrab dengan berbagai senda gurau yang mereka bicarakan, berbanding terbalik dengan keadaan Rahyun yang duduk dengan tenang seraya memasang earphone di telinganya pandangannya menerawang jauh keluar jendela kelas yang berada tepat disampingnya.  Pelajaran dimulai kelas hari ini adalah sejarah membahas tentang kejadian masa lampau yang terjadi berpuluh-puluh bahkan beratus tahun sebulum dia dilahirkan dan itu sedikit membuatnya bosan, bosan dengan terdapatnya angka yang menunjukan tahun terjadinya suatu kejadian. Kepalanya sedikit berdenyut membuat Rahyun tak lagi focus dengan materi yang disampaikan oleh dosennya, dia beralih menompangkan dagunya dengan tangannya dan menghadap ke luar jendela mencari udara segar.

Kelas berakhir dengan jatuhnya kepala Rahyun dari sandaran tangannya menandakan dia ketiduran selama pelajaran sejarah, dia bergegas ingin keluar menyadari ruang kelas sudah sepi dan nyaris hanya dirinya sendiri, sedang membereskan buku yang tadi dikeluarkan dari dalam tasnya dan memasukannya kembali, tiba-tiba lampu ruang kelas padam. Suasana hening, Rahyun menghentikan aktifitasnya segera dan berusaha diam tanpa suara dan memasang telinga dengan jeli, berusaha menangkap suara walaupun selirih-lirihnya. Cukup lama Rahyun terdiam dan kini Rahyun merasakan ada siluet bayangan yang berjalan menuju arahya dengan cepat, menghantamkan tubunhya pada dinding dibelakangnya, tak berniat berteriak karena tidak ada gunanya dia terdiam membayangkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi padanya sebentar lagi. Dalam diamnya Rahyun berusaha mengenali sosok yang sedang menghimpitnya ke tembok sekarang, satu yang dipikirannya saat ini bahwa sosok dihadapannya ini adalah serang pria dengan wangi yang tak pernah Rahyun cium sebelumnya, seperti wangi hutan dan pepohonan.

Pria itu semakin menghimpit Rahyun ke tembok membuat tubuh Rahyun sedikit terangkat karena kakinya berusaha berdiri setinggi munkin sehingga membuat badanya tidak bergesekan dengan tubuh tinggi pria dihadapannya ini. Aneh, Rahyun baru menyadari jika sedari tadi dia tidak merasakan adanya tarikan dan hembusan nafas mengingat jaraknya dengan pria di hadapannya ini sangat dekat. Terasa tangan pria dihadapannya ini menyentuh helaian rambut yang menutupi telinganya dan mengatakan sesuatu lalu menghilang bersamaan dengan perginya pria tadi lampu yang sebelumnya mati kini mendadak hidup dan meninggalkan Rahyun yang masih kaget dengan kejadian yang menimpanya barusan.

Sepulang dari kampus, Rahyun masih memikirkan kata-kata yang diucapkan oleh pria aneh tadi, zesar aserhnar, sampainya dirumah Rahyun berusaha untuk mengartikan kalimat itu kedalam bahasa yang dimengertinya, tapi nihil tidak ada arti dalam kalimat itu dalam semua bahasa, lalu itu sebenarnya apa artinya? Tak ada cara lain Rahyun harus menanyakan sendiri kepada pria aneh itu apa artinya dan apa hubungannya dengan dirinya. Dan masalahnya sekarang adalah bagaimana caranya agar ia dan pria aneh itu bertemu kembali.

Dilain waktu, terlihat seseorang dengan memakai jubah abu-abunya berjalan menyusuri jalan setapak ditengah hutan lebat, disamping kanan dan kiri jalan setapak ini dipenuhi dengan pohon-pohon besar yang sangat tinggi, bahkan tidak ada yang tau seberapa tinggi puncuknya. Berjalan menyusuri dengan langkah pasti tibalah ia didepan pintu gerbang yang tak kalah tingginya dengan pohon yang tadi dilewatinya dengan penuh goresan disetiap sudut dinding gerbang menandakan ada sesuatu hal yang ingin mencoba menerobos dan menghancurkan dinding kokoh ini. Ia mulai melangkahkan kakinya kedalam kastil yang tak jauh keadaannya dengan pintu gerbang didepan tadi, beberapa bagian kaca di atas menara pecah dan dibiarkan, permukaan tembok tidak lagi mulus terlihat sekali lunturnya warna tembok sebelumnya yang pasti putih bersih, memasuki ruangan seseorang tadi disambut dengan kedua penjaga yang langsung menghampirinya. “Aku kemari hanya ingin mengigatkan untuk yang kesekian kalinya lady Galadriel Queen of Middle Earth. Dia akan muncul kepermukaan dan menemukan sesuatu yang direnggut darinya dan membalaskan dendamnya” kedua penjaga yang berada di depannya menghalangi langkah kakinya untuk berjalan lebih mendekati singgasana yang terlihat seorang wanita cantik sedang duduk dengan tatapan kosongnya, walaupun terlihat bahwa keadaan tubuhnya baik-baik saja tapi sebenarnya keadaannya tak lebih menyedihkan dengan tahanan yang ingin bebas menghirup udara segar.

Wanita itu cantik bahkan sangat cantik, seluruh tubuhnya bersinar layaknya sinar bulan yang menyinari malam hari yang gelap mencekam, surai rambutnya pirang bergelombang dengan cahaya yang tiada redupnya raut wajahnya menampilkan keteguhan dan keangkuhan bersamaan. Tapi kini wanita tangguh itu sedang sekarat tak berdaya dan hanya tinggal menunggu waktunya untuk kembali dan mempertanggung jawabkan kekuasaannya atas tanah ini, sinar indah yang melingkupi seluruh tubuhnya hari demi hari kian meredup menandakan kekuatannya juga kian meredup, cahaya Ellesar yang melingkupi tanah nya perlahan-lahan ikut meredup seiring dengan lemahnya kondisi penguasanya. Tatapan kosong wanita tangguh itu perlahan terisi dengan secercah harapan yang dia dapat dari dalam fikirannya yang menyatakan di luar sana ada penyelamat yang akan menyelamatkan tanah merdeka terakhir bangsa elf dari kabut kegelapan, pandangannya beralih dengan seorang pria yang sedang dihadang oleh penjaga nya diujung ruangan dekat pintu, sedikit perintah darinya dan kedua penjaga tadi member jalan kepada pemuda itu untuk mendekat. “Kemarilah” lirihnya seraya melambaikan tangannya. Tanpa pikir panjang pemuda tadi melangkah dengan pasti mendekati sang penguasa terakhir bangsa elf. “Benar, dia akan kembali dan membalas kekalahannya di masa lalu, oleh karena itu kau harus menjaga seseorang” kerutan dikening pemuda itu tidak dapat ditutupi lagi mendengar perintah yang dilayangkan kepadanya. “Apa maksud anda? Saya harus melindungi siapa?” senyum yang telah lama sirna dari wajah cantiknya kini kembali mendengar pertanyaan kebingungan dari pemuda dihadapannya ini. Dengan sedikit senyum yang terlukis di wajah tangguhnya membuat cahaya yang telah lama meredup kini perlahan bersinar kembali. “Ketika kau bertemu dengannya kau pasti tau, melindunginya, sangat melindunginya bahkan dengan taruhan nyawamu sekalipun” pemuda di hadapannya tadi telah melangkah pergi meninggalkan kastilnya dengan rasa penasaran yang besar, kerutan di keningnya bertambah ketika mendengarkannya berbicara kalimat terakhirnya.

Rahyun berjalan pelan kali ini, seakan dia malas melangkahkan kakinya untuk sekedar bergerak berpindah tempat, dia tidak memperdulikan tatapan aneh yang dilayangkan padanya tak perduli seberapa lambatnya dia berjalan kali ini tak perduli dengan omongan orang disekitarnya tentangnya kali ini. Kepalanya berdenyut mengingat dia kembali memimpikan hal yang sama lagi kali ini, sakit dikepalanya semakin terasa ketika dia mengingat kejadian kemarin di ruangan kelas dengan ssok misterius yang dia yakini seorang pria. Kepalanya terasa berat dengan hanya memikirkan arti dua kata yang diucapkan pria misterius kemarin, entah kali ini dia bisa mengikuti kelas dengan baik atau tidak.

Seperti biasa kursi yang sama di dudukinya, dengan tangan yang bertumpu pada meja dan memegang kepalanya berusaha menormalkan rasa sakitnya tapi tak berhasil. Perlahan kelas yang tadinya lengang diisi penuh dengan siswa yang mengikuti kelas yang sama dengan Rahyun kali ini.

“Hya!! Choi Rahyun, kau yang menyingkirkan meja dan kursiku kan!? Kembalikan meja dan kursiku dasar wanita jalang!!” seketika seluruh perhatian tertuju pada Rahyun yang hanya diam melihat sekitarnya dengan tatapan menahan sakit. “Cepat kembalikan kursi dan mejanya!! Kenapa kau suka sekali mencari gara-gara dengan kami!! Kau tau kami tak ingin berdekatan dengan mu!!” semua orang di ruangan ini memandang Rahyun sebagai pelaku kejahatan yang seharusnya berada di dalam penjara berlapis dan bukanya disini “Bagaimana aku dapat mengembalikannya jika aku tidak tau dimana keberadaanya” akhirnya suara yang dari tadi di tahan mulutnya keluar juga dengan serak. “mana ku tahu, yang jelas kembalikan kursi dan meja ku sekarang!!”  Rahyun sudah menampakan wajah terganggunya kali ini “Dan bagaimana kau menuduhku jika kau tidak memiliki bukti. Aku bahkan tidak tahu kau akan menduduki bangku yang mana” semuanya terdiam mendengar jawaban Rahyun, memang benar kan? Dan mereka pun bungkam. “Tentu saja kau mengetahuinya, bukankah kau datang paling pagi diantara kami untuk menghafal tempat duduk kami, setelah itu kau menyingkirkan meja dan kursi kami satu per satu dan aksi mu di mulai dengan menyingkirkan meja dan kursi milik Hyena, bukan kah begitu!!” “Yak ku rasa dia benar, lagi pula untuk apa kau datang sepagi itu jika bukan untuk menghafal tempat duduk kami semua, jangan-jangan kau akan melakukan hal yang sama dengan pemilik meja dan kursi itu, menyingkirkannya” mereka rebut sendiri dengan spekulasi yang entah datangnya dari mana, menyingkirkan? Seperti nya hal yang menarik “Sepertinya kalian berharap aku benar-benar melakukannya” kembali semua siswa di kelas ini meributkan hal-hal mengerikan yang akan terjadi mengingat mereka telah membangunkan singa yang tertidur cukup lama.

Seperti itulah hari-hari melelahkan Rahyun lewati dengan langkah kaki yang malas berjalan menyusuri koridor kampus yang mendadak sepi karena dia yang melewatinya, kembali focus dengan jalan di depan terlihat seseorang bertundung tempo hari berada di tengah jajaran murid-murid yang tengah memberikan jalan untuknya seketika raut wajah Rahyun berubah tegang tapi berusaha santai tak terjadi apa-apa, sekarang Rahyun tahu satu fakta yang menguntungkan baginya. Pria misterius itu mengikutinya, itu berarti hanya masalah waktu saja agar  mereka bertemu dan dengan itu pula Rahyun dengan leluasa menanyakan hal-hal yang menganjal dikepalanya.

“Aku akan menunggumu untuk berdiri di hadapanku”

0

Lirik Lagu Infinite 마주보며 서 있어 Hangul + Romanization + English + Indo Translations

http://klyrics.net/wp-content/uploads/2015/07/

Hangul

여기에 우리 둘이 서있어
서로 마주보면서 슬프네
조용해 모두 멈춰진 듯 해
싸늘한 바람 만이 감도네
이대로 난 너를 보내긴 싫어
난 이제 선택을 해야만 해
널 위해 날 위해
네 눈을 보면서 이별을 고하려 하네
우린 마주보며 서있어
우린 마주보며 울었어
마주잡았던 두 손 흩어지네
이젠 안녕
이제 우린 헤어져야 해
이제 우린 이별해야 해
Oh 난 우리 함께한 시간 고통 기쁨
모두 잊을게
지금 이순간부터
Love is gone
but there’s only you in my heart
너라는 여자를 만난
이 기적 같은 순간에서
이기적이게 도망 가려 해
사랑해서 떠난단 말도 안 되는
이유로
비겁하게 떠나가려 해
우리 함께 했던 수많은 약속 안에
이별이란 건 없었는데
야속하게 나쁜 남자가 돼서
거짓을 뱉으며
이 인연을 벗어나려 해
이대로 난 너를 보내긴 싫어
난 이제 선택을 해야만 해
널 위해 날 위해
네 눈을 보면서 이별을 고하려 하네
우린 마주보며 서있어
우린 마주보며 울었어
우리 함께한 시간 고통 기쁨
모두 잊을게
지금 이순간부터
두려워 습관적으로 든 담배처럼
함께였는데 뜨겁게 물고 빨 때
애태우듯 더 세게 나를 갉아먹어
힘들게 사랑해도 좋았지만 남겨진 건
쓸쓸한 재뿐이어도 털고 나면 담담해
너와 나의 사랑 스쳐간 추억
Inside of my head
아름답게 피워줘 연기처럼
네게 흘려 보낼게 my dear
우린 마주보며 웃었어
우린 마주보며 웃었어
마지막 인사하며 손끝으로
이젠 안녕
나는 먼저 한발 걸었어
눈을 감고 그냥 걸었어 Oh 난
서로를 부르는 목소리에 결국
우리는 다시
마주보며 서있어
마주보며 서있어
마주보며 서있어
마주보며 서있어

 Romanization

yeogie uri duri seoisseo
seoro majubomyeonseo seulpeune
joyonghae modu meomchwojin deut hae
ssaneulhan baram mani gamdone
idaero nan neoreul bonaegin silheo
nan ije seontaegeul haeyaman hae
neol wihae nal wihae
ne nuneul bomyeonseo ibyeoreul goharyeo hane
urin majubomyeo seoisseo
urin majubomyeo ureosseo
majujabassdeon du son heuteojine
ijen annyeong
ije urin heeojyeoya hae
ije urin ibyeolhaeya hae
Oh nan uri hamkkehan sigan gotong gippeum
modu ijeulge
jigeum isunganbuteo
Love is gone
but there’s only you in my heart
neoraneun yeojareul mannan
i gijeok gateun sunganeseo
igijeogige domang garyeo hae
saranghaeseo tteonandan maldo an doeneun
iyuro
bigeophage tteonagaryeo hae
uri hamkke haessdeon sumanheun yaksok ane
ibyeoriran geon eopseossneunde
yasokhage nappeun namjaga dwaeseo
geojiseul baeteumyeo
i inyeoneul beoseonaryeo hae
idaero nan neoreul bonaegin silheo
nan ije seontaegeul haeyaman hae
neol wihae nal wihae
ne nuneul bomyeonseo ibyeoreul goharyeo hane
urin majubomyeo seoisseo
urin majubomyeo ureosseo
uri hamkkehan sigan gotong gippeum
modu ijeulge
jigeum isunganbuteo
duryeowo seupgwanjeogeuro deun dambaecheoreom
hamkkeyeossneunde tteugeopge mulgo ppal ttae
aetaeudeut deo sege nareul galkameogeo
himdeulge saranghaedo johassjiman namgyeojin geon
sseulsseulhan jaeppunieodo teolgo namyeon damdamhae
neowa naui sarang seuchyeogan chueok
Inside of my head
areumdapge piwojwo yeongicheoreom
nege heullyeo bonaelge my dear
urin majubomyeo useosseo
urin majubomyeo useosseo
majimak insahamyeo sonkkeuteuro
ijen annyeong
naneun meonjeo hanbal georeosseo
nuneul gamgo geunyang georeosseo Oh nan
seororeul bureuneun moksorie gyeolguk
urineun dasi
majubomyeo seoisseo
majubomyeo seoisseo
majubomyeo seoisseo
majubomyeo seoisseo

English 

Remember when I saw you standing slightly cryin’ empty-handed
With no one that you could call your own
Looking up to someone somewhere asking for life with no despair
Begging for the world to leave you alone
Yes I shouldn’t have butted in but you looked as if you could use a friend
And I’d lost one myself and was looking about
Remember it was kinda crazy I held my hand out you took it baby
For a while we helped each other out

Remember how I dried every tear that you cried
And gave you love to trust beyond a doubt
And whenever I was down you made me laugh brought me around
Yeah for a while we helped each other out

And early one day in the morning sun that time came we knew would come
And in our hearts well there was love no more
I guess we’re just two of that kind that look for life but never find
The love in mind that we were looking for
But I always have the warm spot for you cause at one time I adored you
And if I pass this way again I’ll shout
May be years ‘fore I come through but when I do I’ll call on you
Cause at one time we helped each other out
At one time we helped each other out

Indo Trans

Ingat ketika saya melihat Anda berdiri sedikit menangis ‘dengan tangan kosong
Dengan tidak ada yang bisa menelepon Anda sendiri
Menengadah ke seseorang di suatu tempat meminta hidup tanpa putus asa
Mengemis bagi dunia untuk meninggalkan Anda sendirian
Ya saya seharusnya tidak sela di tetapi Anda tampak seolah-olah Anda bisa menggunakan teman
Dan saya kehilangan satu diri dan sedang mencari sekitar
Ingat itu agak gila saya memegang tangan saya keluar Anda mengambil bayi
Untuk sementara kami membantu satu sama lain

Ingat bagaimana saya kering setiap air mata yang menangis
Dan memberi Anda suka percaya di luar dugaan
Dan setiap kali saya turun Anda membuat saya tertawa membawa saya sekitar
Ya untuk sementara kami membantu satu sama lain

Dan awal satu hari di matahari pagi waktu itu datang kita tahu akan datang
Dan di dalam hati kita juga ada cinta tidak lebih
Saya kira kami hanya dua jenis yang mencari kehidupan tetapi tidak pernah menemukan
Cinta diingat bahwa yang kita cari
Tapi saya selalu memiliki tempat yang hangat untuk Anda menyebabkan pada satu waktu aku memuja Anda
Dan jika saya melewati jalan ini lagi aku akan berteriak
Mungkin tahun kedepan saya datang melalui tapi ketika saya lakukan, saya akan mengajak Anda
Penyebab pada satu waktu kami membantu satu sama lain
Pada suatu waktu kami membantu satu sama lain

0

Lirik Lagu INFINITE – BAD | Romanization + Hangul + English + Indo Translation

https://kayuni206.files.wordpress.com/2015/07/

RIMANIZATION

[SUNGGYU] Dasi chagawojin nunbit
Nalkaroun ni hyeokkeuti
[DONGWOO] Nal pagodeureo jebal meomchwojwo
[SUNGYEOL] Deoneun gyeondil su eopseo

[HOYA] Nal gajin geoscheoreom dagawa
Nal gamssa anneun neo
[SUNGJONG] Neon machi kkumin deusi geudaero sarajyeo
[L] Daheul saedo eopsi nege sarojaphyeo

[WOOHYUN] Nan duryeowo manggajil naega
Nal heundeulgo doraseogettjiman

[SUNGGYU] Betting on you
Im betting on you
Betting on you
[L] Jeoldae geudaeron mot bonae neo

[ALL] Bad bad bad bet a bad bad girl
Bad bad bad bet a bad bad girl
Bad bad bad bet a bad bad girl
[SUNGGYU] Eonje bwado cham natseon yeojaya
[ALL] Bad bad bad bet a bad bad girl
Bad bad bad bet a bad bad girl
Bad bad bad bet a bad bad girl
[HOYA] Nal haneopsi ginjangsikyeo neon

[DONGWOO] Iriro jeoriro neo like rollacoasta
Iriro jeoriro neo so bad

[SUNGJONG] Geojitmajeo dalkomhae
Ipsureun gyeonggo like a red
[SUNGYEOL] Soksagyeo gwitgae
[WOOHYUN] Lose ma focus ni jumune

[SUNGGYU] Hana dul jiwojyeo
Juwiga neo bakke anboyeo
[HOYA] Duryeopji anha nan naega majuhal naeil
[L] Eoseo nal deryeoga geochin tteollim soge

[SUNGGYU] Nan duryeowo manggajil naega
Nal heundeulgo doraseol tejiman

[DONGWOO] Betting on you
Im betting on you
Betting on you
[HOYA] Jeoldae geudaeron mot bonae neo

[ALL] Bad bad bad bet a bad bad girl
Bad bad bad bet a bad bad girl
Bad bad bad bet a bad bad girl
[L] Eonje bwado cham natseon yeojaya
[ALL] Bad bad bad bet a bad bad girl
Bad bad bad bet a bad bad girl
Bad bad bad bet a bad bad girl
[SUNGGYU] Nal haneopsi ginjangsikyeo neon

[SUNGYEOL] Jakku eotnaga sonkkeuteul
Seuchyeogadeut tto boil deut mal deut hae
[SUNGJONG] Neoran daedabi
[L] Ijen doraseol su eopseo
[SUNGGYU] Nado nal mot meomchwo
[WOOHYUN] Nege geolge

[ALL] Bad bad bad bet a bad bad girl
Bad bad bad bet a bad bad girl
Bad bad bad bet a bad bad girl
[SUNGGYU] Eonje bwado cham natseon yeojaya
[ALL] Bad bad bad bet a bad bad girl
Bad bad bad bet a bad bad girl
Bad bad bad bet a bad bad girl
[HOYA] Nal haneopsi ginjangsikyeo neon

[ALL] Bad bad bad bet a bad bad girl
Bad bad bad bet a bad bad girl
Bad bad bad bet a bad bad girl

[ALL] Bad bad bad bet a bad bad girl
Bad bad bad bet a bad bad girl
Bad bad bad bet a bad bad girl

[SUNGGYU] Jeoldae geunyangeun mot bonae neo

HANGUL

[SUNGGYU] 다시 차가워진 눈빛
날카로운 니 혀끝이
[DONGWOO] 날 파고들어 제발 멈춰줘
[SUNGYEOL] 더는 견딜 수 없어[HOYA] 날 가진 것처럼 다가와
날 감싸 안는 너
[SUNGJONG] 넌 마치 꿈인 듯이 그대로 사라져
[L] 닿을 새도 없이 네게 사로잡혀[WOOHYUN] 난 두려워 망가질 내가
날 흔들고 돌아서겠지만[SUNGGYU] Betting on you
Im Betting on you
Betting on you
[L] 절대 그대론 못 보내 너

[ALL] Bad Bad Bad Bet a bad bad girl
Bad Bad Bad Bet a bad bad girl
Bad Bad Bad Bet a bad bad girl
[SUNGGYU] 언제 봐도 참 낯선 여자야
[ALL] Bad Bad Bad Bet a bad bad girl
Bad Bad Bad Bet a bad bad girl
Bad Bad Bad Bet a bad bad girl
[HOYA] 날 한없이 긴장시켜 넌

[DONGWOO] 이리로 저리로 너 Like rollacoasta
이리로 저리로 너 So bad

[SUNGJONG] 거짓마저 달콤해

입술은 경고 Like a red
[SUNGYEOL] 속삭여 귓가에
[WOOHYUN] Lose ma focus 니 주문에
[SUNGGYU] 하나 둘 지워져
주위가 너 밖에 안보여
[HOYA] 두렵지 않아 난 내가 마주할 내일
[L] 어서 날 데려가 거친 떨림 속에[SUNGGYU] 난 두려워 망가질 내가
날 흔들고 돌아설 테지만[DONGWOO] Betting on you
Im Betting on you
Betting on you
[HOYA] 절대 그대론 못 보내 너

[ALL] Bad Bad Bad Bet a bad bad girl
Bad Bad Bad Bet a bad bad girl
Bad Bad Bad Bet a bad bad girl
[L] 언제 봐도 참 낯선 여자야
[ALL] Bad Bad Bad Bet a bad bad girl
Bad Bad Bad Bet a bad bad girl
Bad Bad Bad Bet a bad bad girl
[SUNGGYU] 날 한없이 긴장시켜 넌

[SUNGYEOL] 자꾸 엇나가 손끝을

스쳐가듯 또 보일 듯 말 듯 해
[SUNGJONG] 너란 대답이
[L] 이젠 돌아설 수 없어
[SUNGGYU] 나도 날 못 멈춰
[WOOHYUN] 네게 걸게[ALL] Bad Bad Bad Bet a bad bad girl
Bad Bad Bad Bet a bad bad girl
Bad Bad Bad Bet a bad bad girl
[SUNGGYU] 언제 봐도 참 낯선 여자야
[ALL] Bad Bad Bad Bet a bad bad girl
Bad Bad Bad Bet a bad bad girl
Bad Bad Bad Bet a bad bad girl
[HOYA] 날 한없이 긴장시켜 넌[ALL] Bad Bad Bad Bet a bad bad girl
Bad Bad Bad Bet a bad bad girl
Bad Bad Bad Bet a bad bad girl

[ALL] Bad Bad Bad bet a bad bad girl
Bad Bad Bad bet a bad bad girl
Bad Bad Bad bet a bad bad girl

[SUNGGYU] 절대 그냥은 못 보내 너

ENGLISH TRANSLATION

Your eyes have grown cold again
Your sharp tongue digs into me, please stop
I can’t take it anymore

You come to me like you have me, you wrap around me
Then you disappear like a dream
With no time to touch, I’m captivated by you

I’m afraid that I’m being ruined by you
Though you’ll shake me up and turn around

Betting on you
I’m betting on you
Betting on you
I can’t just let you go like this

Bad Bad Bad Bet a bad bad girl
Bad Bad Bad Bet a bad bad girl
Bad Bad Bad Bet a bad bad girl
Whenever I see you, you’re such an unfamiliar girl
Bad Bad Bad Bet a bad bad girl
Bad Bad Bad Bet a bad bad girl
Bad Bad Bad Bet a bad bad girl
You always make me so nervous

You take me here and there, you’re like a rollercoaster
Here and there, you’re so bad

Even your lies are sweet, your lips are like a warning, like a red
You whisper in my ears
Lose ma focus because of your spell
Things are getting erased one by one, I can only see you
I’m not afraid of the tomorrow I’ll face
Now hurry and take me in this rough trembling

I’m afraid that I’m being ruined by you
Though you’ll shake me up and turn around

Betting on you
I’m betting on you
Betting on you
I can’t just let you go like this

Bad Bad Bad Bet a bad bad girl
Bad Bad Bad Bet a bad bad girl
Bad Bad Bad Bet a bad bad girl
Whenever I see you, you’re such an unfamiliar girl
Bad Bad Bad Bet a bad bad girl
Bad Bad Bad Bet a bad bad girl
Bad Bad Bad Bet a bad bad girl
You always make me so nervous

I keep losing you, like you’re slipping through my fingers
It’s like I can see you but I can’t
The answer is you
Now I can’t turn back
I can’t stop myself now
I’m betting on you

Bad Bad Bad Bet a bad bad girl
Bad Bad Bad Bet a bad bad girl
Bad Bad Bad Bet a bad bad girl
Whenever I see you, you’re such an unfamiliar girl
Bad Bad Bad Bet a bad bad girl
Bad Bad Bad Bet a bad bad girl
Bad Bad Bad Bet a bad bad girl
You always make me so nervous

Bad Bad Bad Bet a bad bad girl
Bad Bad Bad Bet a bad bad girl
Bad Bad Bad Bet a bad bad girl

Bad Bad Bad bet a bad bad girl
Bad Bad Bad bet a bad bad girl
Bad Bad Bad bet a bad bad girl

I can’t just let you go

Indo Translation

Mata Anda telah tumbuh dingin lagi
Lidah yang tajam Anda menggali ke saya, tolong hentikan
Aku tidak tahan lagi

Anda datang ke saya seperti Anda memiliki saya, Anda membungkus di sekitar saya
Kemudian Anda menghilang seperti mimpi
Dengan tidak ada waktu untuk menyentuh, aku terpikat dengan Anda

Aku takut bahwa aku sedang hancur oleh Anda
Meskipun Anda akan mengguncang saya dan berbalik

Bertaruh pada Anda
Aku bertaruh pada Anda
Bertaruh pada Anda
Aku tidak bisa membiarkan Anda pergi seperti ini

Bad Bad Bad Bet seorang gadis buruk buruk
Bad Bad Bad Bet seorang gadis buruk buruk
Bad Bad Bad Bet seorang gadis buruk buruk
Setiap kali saya melihat Anda, Anda seperti seorang gadis asing
Bad Bad Bad Bet seorang gadis buruk buruk
Bad Bad Bad Bet seorang gadis buruk buruk
Bad Bad Bad Bet seorang gadis buruk buruk
Anda selalu membuat saya sangat gugup

Anda membawa saya di sana-sini, Anda seperti rollercoaster
Di sana-sini, kau begitu buruk

Bahkan kebohongan Anda manis, bibir Anda seperti peringatan, seperti merah
Anda berbisik di telinga saya
Kehilangan ma fokus karena mantra Anda
Hal semakin terhapus satu per satu, saya hanya bisa melihat Anda
Aku tidak takut besok aku akan menghadapi
Sekarang cepat dan membawa saya dalam gemetar kasar ini

Aku takut bahwa aku sedang hancur oleh Anda
Meskipun Anda akan mengguncang saya dan berbalik

Bertaruh pada Anda
Aku bertaruh pada Anda
Bertaruh pada Anda
Aku tidak bisa membiarkan Anda pergi seperti ini

Bad Bad Bad Bet seorang gadis buruk buruk
Bad Bad Bad Bet seorang gadis buruk buruk
Bad Bad Bad Bet seorang gadis buruk buruk
Setiap kali saya melihat Anda, Anda seperti seorang gadis asing
Bad Bad Bad Bet seorang gadis buruk buruk
Bad Bad Bad Bet seorang gadis buruk buruk
Bad Bad Bad Bet seorang gadis buruk buruk
Anda selalu membuat saya sangat gugup

Aku terus kehilangan Anda, seperti Anda tergelincir melalui jari-jari saya
Ini seperti saya bisa melihat Anda, tetapi saya tidak bisa
Jawabannya adalah Anda
Sekarang saya tidak bisa kembali
Aku tidak bisa menahan diri sekarang
Aku bertaruh pada Anda

Bad Bad Bad Bet seorang gadis buruk buruk
Bad Bad Bad Bet seorang gadis buruk buruk
Bad Bad Bad Bet seorang gadis buruk buruk
Setiap kali saya melihat Anda, Anda seperti seorang gadis asing
Bad Bad Bad Bet seorang gadis buruk buruk
Bad Bad Bad Bet seorang gadis buruk buruk
Bad Bad Bad Bet seorang gadis buruk buruk
Anda selalu membuat saya sangat gugup

Bad Bad Bad Bet seorang gadis buruk buruk
Bad Bad Bad Bet seorang gadis buruk buruk
Bad Bad Bad Bet seorang gadis buruk buruk

Bad Bad Bad taruhan bad girl bad
Bad Bad Bad taruhan bad girl bad
Bad Bad Bad taruhan bad girl bad

Aku tidak bisa membiarkan Anda pergi

1

I’m Bad girl ?_ part 1

Gambar

 

*Ketika semua_nya tak berpihak padamu*

            Apayang kau lakukan jika semua orang tidak mempercayaimu ?.
tidak melihatmu sebagai salah satu bagian dari mereka ?? bahkan seseorang yang kau anggap sebagai orang yang kau cintai pun ikut menghancurkan hati mu ??apa yang akan kau lakukan?
           
            “salahkah jika aku menginginkan sedikit kasih sayang dari kalian ? “ suasana ruang keluarga di salah satu rumah mewah yang berdiri kokoh di daerah gangnam seolah mencekam dengan teriakan frustasi salah satu anggota keluarga mereka yang menuntut keadilan kasih sayang dari kedua orang tuannya.
            *Brak*
gadis itu membanting pintu kamarnya yang tidak bersalah itu,  meninggalkan tatapan tidak percaya dari anggota keluarganya yang sedikit kaget atas aksi brutal gadis itu terhadap pintu kamarnya.
            “sebenarnya apa yang sedang gadis itu lakukan.? ,ouh,, aku tidak percaya ini” wanita paruh baya yang diduga sebagai nyonya rumah ini mengomentari sikap anarkis  putrinya..

            Pagi yang cerah hari ini, tidak secerah suasana hati seorang gadis yang masih meringkuk dalam hangatnya selimut biru sapphire miliknya. Tidak ada tanda tanda yang menunjukan bahwa gadis itu akan bengun dan memulai aktivitasnya.  Kamar yang bernuansa biru sapphire ini seakan tidak berpenghuni, banyak barang barang yang tidak terletak pada tempatnya, seperti sengaja di biarkan begitu saja oleh pemiliknya,
            “ bahkan mereka tidak mengejarku ke kamar setelah kejadian semalam. Hah lucu sekali mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin, aku lelah..” sama seperti keadaan kamarnya, keadaan gadis itu sama berantakannya, setelah pertengkaran hebat di ruang keluarga semalam gadis itu bahkan tidak mencuci mukanya terlebih dahulu, hanya menangis di ranjangnya dan tertidur. “ Rahyun _ah bagun sayang, apakah kau tidak pergi ke sekolah.. sudah pagi sayang ayo buka pintunya,,” nihil.. tidak ada jawaban dari kamar putrinya, tunggu putri nya??, “ aishh,,terserah padamu saja anak manja,, aku tidak akan perduli lagi..” lanjutnya lagi,, setelah cukup bersabar mengetuk pintu yang di duga sebagai kamar putrinya dan merelakan harga dirinya jatuh karena memulai menyapa gadis itu terlebih dulu..
            Tapi gadis yang berada dalam kamar itu tidak bergeming sama sekali, seolah tidak terganggu dengan kepura puraan sang ibu yang menurutnya tidak penting. “ huh berhentilah berpura-pura eomma “. Jam menunjukan pukul 6.30 pagi itu, setelah berfikir apakah dia ingin melakukan aktifitasnya pagi ini, akhirnya dia pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh berantakannya, dan berencana pergi kesekolah pagi ini, walaupun dalam keadaan terlambat.
            Pagi yang indah di Jaeguk High School membuat banyak murid yang berpakaian olahraga berlarian kesana kemari, menikmati sinar matahari yang terik menyinari langit Seoul pagi ini, berbeda dengan gadis yang baru saja datang melewati gerbang besar sekolah itu dengan santai. Jangan di tanya bagaimana ketegasan sekolah ini terhadap anak2 yang terlambat, pihak keamanan akan langsung membawa sang anak yang terlambat ke kantor pihak kesiswaan dan mendapatkan sangsi yang berat. Tapi seolah tidak takut dengan hukuman yang akan di terima jika terlambat, gadis itu dengan santai melenggang melewati petugas keamanan yang melihatnya biasa? Biasa yeah.. gadis itu memang biasa terlambat, pihak keamanan saja telah lelah menghukum gadis keras kepala satu ini. Semua murid yang tengah berolahraga di lapangan outdor sekolah yang dilewatinya ini melihatnya dengan tatapan malas.
            * someone pov*
            Heuh,, dia lagi, apakah dia tidak bosan terlambat, kapan kau akan berubah my ice princess ?? cobalah untuk berteman dengan salah satu murid perempuan disekolah ini. Jika kau ada masalah jangan dinikmati sendirian,, kau tau!! Berhentilah membuatku khawatir dengan keadaanmu,,
            “Hyaa, seung ho_ah,, tangkap bolanya.. kau ini kenapa aku dari tadi meneriaki mu bodoh..!!”
            “ Oh.. mian min hyuk_ah, aku hanya sedang melamun hehe..”
lelaki yang dipanggilnya min hyuk itu mengikuti arah pandang sahabatnya seung ho,
            “ sedang melamun atau sedang melihat si Ice Princess itu?” godanya lagi.
            “ aishh,, bukan seperti itu, hmm tapi aku aneh padanya hyuk_ah kenapa setiap hari dia terlambat? Bukanya dia anak orang kaya seharusnya dia bisa berangkat dengan mobilnya, tapi kena….?” tanyanya penasaran
            “ mana ku tahu, lagi pula siapa yang ingin mengetahui alasanya terlambat setiap hari, sungguh tidak penting, ah sedahlah kajja ganti baju,”  seketika Min hyuk memotong perkataan sahabatnya yang mulai membahas keterlambatan Ice Princess nya??
            * Someone pov end*

            * Rahyun pov*
Semua orang sama saja, tidak ada yang benar-benar tulus menyayangi ku, bahkan keluargaku sendiri pun tidak, ah,,menyedihkan. Tapi untuk apa kasih sayang mereka, tanpa kasih sayang mereka pun aku masih tetap hidup,,
            “whoa,, lihat siapa yang datang ini,, ternyata Ice Princess kita tidak mempunya jam dirumahnya,, hahaha” aish…mereka berisik sekali,
            “ ada masalah dengan kedatangan ku ?? “ kenapa, kenapa semuanya malah terdiam ? ayo balas perkataan ku, bodoh..ckck..
            “ ada, kukira kau tidak akan pernah datang lagi ke sekolah ini, ckck“
            “ singkirkan tanganmu dari tubuh ku !!! “
            “ ah..baiklah, aku juga tidak mau tangan bersihku, ternodai oleh mu,, “, “ ayo pergi “ lanjut wanita itu lagi kepada teman-temannya.
Dasar wanita pengganggu, aku tidak habis pikir, masih ada orang yang ingin berteman dengannya..terkutuklah orang itu…
            yah beginilah aku setiap harinya, tidak perlu aku jelaskan secara rinci pun kalian akan menebak aku seperti apa,, tapi aku nyaman dengan diriku, mungkin …
            * Rahyun pov end*
kegiatan disekolah ini terasa biasa saja menurut gadis yang lebih suka menyendiri di bangku paling belakang perpustakaan, yang terletak di depan rak buku novel remaja ini. Dia lebih suka menghabiskan waktunya di sini, bahkan hampir semua novel remaja yang tersedia di perpustakaan ini telah dia baca.
            “ Hah.. ceritanya terlalu fiktif, menurutmu apakah dunia ini semudah itu menjalani nya?? Kenapa seperti mudah menjalani hidup di dunia yang seperti itu..”
ucapnya pada buku tebal yang telah selesai di bacanya itu,
            “ Seandaikan hidupku dapat semudah yang ku pikirkan..”
            “ hai… kau sendirian ?? sedang apa?? “
DEG

sapa seorang namja yang dengan tiba-tiba duduk di sebelahnya. Jelas saja itu membuatnya terkejut, dan menatap namja itu penuh selidik. Hei,, lagi pula siapa yang mau duduk di sebelah si Ice Princess ini ??
            “ Jangan menatapku seperti itu, aku tidak akan mengganggu mu nona.. “
            ‘ Kedatanganmu sangat mengganggu ku bodoh ‘ dalam hati Rahyun merutuki kedatangan namja ini secara tiba-tiba.
            “ Aku Yoo Seung Hoo.. salam kenal,, kau Choi Rahyun kan..” lanjut namja itu lagi, dan masih tetap sama, gadis di sebelahnya tidak menjawab pertanyaan nya, mungkin di jawab tapi didalam hati,
            ‘ Wah..daebak, dia bahkan tau nama ku, tak kusangka ternyata kau terkenal Choi Rahyun, haha “ pikirnya bangga..
            “ Jangan merasa hebat dulu karena aku tau nama mu, semua orang bahkan tau siapa kau nona, bahkan kau mempunyai julukan di sekolah ini, Ice Princess
            ‘ Woah,, bahkan dia sekarang tau apa yang ku pikirkan, apakah kau seorang cenayang tuan ?? ‘, ‘ Ice Princess ?? tidak buruk, ternyata mereka pandai memberikan julukan..’ dengan raut wajah serius Rahyun mengamati namja disebelahnya, berfikir mengapa namja ini tahu apa yang di pikirkannya, apakah hanya sebuah kebetulan ??
            “ Jika kau berfikir  aku seorang peramal atau semacamnya, kau salah nona, aku bukan peramal,, lagi pula julukan itu tidak terlalu buruk untuk mu, ia kan ?? “
            ‘ Aighoo  dia benar-benar dapat membaca pikiranku , aku harus melindungi pikiranku, ,,’ Rahyun masih tidak percaya dengan kebetulan yang sedang terjadi ini.
            “ Aku sudah menduga ini akan terjadi, ketika aku mencoba untuk berbicara kepadamu, kau akan mendiamkan ku, tapi tidak apa. Kau menatapku saja itu sudah termasuk kemajuan yang membanggakan, nikmati hari mu My Ice Princes. Aku pergi dulu..” lanjut namja itu pasrah dengan kenyataan bahwa Rahyun tidak membalas perkataannya.
            ‘ My Ice Princess ?? sebenarnya apa yang sedang namja itu bicarakan,??!! ‘
Ice Princess memang cocok dengan sosoknya, yang dingin sedingin es kutub sekalipun. Tidak banyak orang yang berani mendekatinya, bahkan menyapanya seperti namja tadi, mungkin namja tadi bisa dibilang nekat, karena berani mendekati Choi Rahyun. Tapi jika dipikir memang kenapa jika mendekatinya, dia tidak berbahaya, dia bahkan bukan anak seorang pembunuh. Dia hanya mempunyai keinginan sederhana, dia tidak ingin mereka tahu siapa dia sebenarnya.
            menjadi anak dari simpanan salah satu konglomerat di Korea bukanlah sesuatu yang membanggakan, dan harus di sombongkan, hal itu hanya menambah beban pikiran seorang remaja labil seperti Rahyun. Tidak mendapatkan kasih sayang sebagaimana ‘mestinya’ membuatnya membenci statusnya yang disembunyikan dari publik ini. Dia harus berpura-pura tidak mempunyai ayah dan berasal dari keluarga biasa saja.
            Sering dia merasa putus asa dengan keadaan keluarganya yang mulai berantakan semenjak neneknya meninggal setahun lalu. Selama sang nenek masih berada disampingnya, neneknya lah yang menjaganya bahkan telah di anggapnya sebagai ibunya. Jika ditanya dimana ibu kandung Rahyun berada selama itu, ibu kandung Rahyun bersikeras tinggal bersama appa Rahyun, di rumah mewah bak istana keluarga itu walaupun mendapat tanggapan tidak mengenakan dari keluarga kaya itu, ibu Rahyun masih bersikeras tinggal di rumah itu, bukan apa-apa hanya meminta hak atas kelahiran Rahyun. Tapi nyatanya tidak, hak yang dimaksudnya tadi adalah hak untuknya.
            Sang nenek menyayangi Rahyun melebihi apapun. Dia tidak perduli bagaimana perlakuan anaknya yang notabene adalah ibu kandung Rahyun kepadanya, yang dia pikirkan hanya kehidupan Rahyun. Dan semenjak itu pula Rahyun membenci ibunya, dia marah hanya demi harta dia meninggalkan anaknya yang membutuhkannya melebihi apapun. Walaupun sekarang Rahyun telah tinggal bersama eomma dan appanya tetap tidak ada yang berubah. Tetap sama dia membenci ibunya.
            Jangan berfikir dalam kasus ini hanya Rahyun yang bersalah, karena telah membenci ibu kandungnya sendiri. Tapi yang harus disalahkan adalah keadaan yang membuat mereka menjadi seperti ini. Tapi semuanya telah terjadi dan percuma saja disesali.
            * Kyuhyun pov *
            “Aish…. Kenapa capat sekali bel pulang berbunyi?” dia ternyata kurang menyukai kenyataan bahwa bel pertanda pelajaran terakhir telah habis berbunyi dan itu artinya dia harus kembali ke rumah mewahnya.
            “ Sepertinya kau tak ingin pulang kyu  ? “ Juno sedikit aneh dengan sahabatnya satu ini, biasanya jika anak-anak seantero sekolah sangat menantikan berdentingnya bel itu, seperti bel membawa keberuntungan, dan sekarang dia menemukan seseorang yang tidak senang dengan berbunyinya bel ini. Haushhh sungguh aneh pikirnya.
            “ Tidak,, aku masih ingin disini, kau duluan saja Juno_ah..”
            “ Ya sudah kalau begitu, aku pergi kyu_ah.. tapi jangan terlalu malam disini, kau tau kan ada sesuatu yang akan mengganggu mu jika malam telah tiba,,” dengan nada menakut-nakuti Jino berharap sahabatnya itu akan lekas pulang.
            “ Sepertinya kau yang sekarang menakut-nakuti ku Juno_ah,, menjelang malam apakah kau menjelma sebagai ahjumma cerewet.? Aouh,,menyeramkan,,” dengan nada berlagak takut dan kedua tangan yang memeluk dirinya sendiri kyu membalas perkataan Juno barusan,
            “ Kau menyebalkan Cho..!!!!” dengan wajah sedikit sebal Juno melangkahkan kakinya keluar kelas, dia tau jika melawan iblis itu lebih dalam yang dia dapatkan hanya kekalahan.
            “ Hahaha…” tawa kemenangan seorang kyuhyun terdengar sampai keluar kelas ini, tapi dengan cepat kyu menghapus tawanya, karena memang hatinya sedang tidak dalam keadaan baik kali ini. Kyu sebenarnya benci dengan kenyataan bahwa dia harus menjejakan kakinya dirumah setelah kegiatan disekolah berakhir, dia tidak sepenuhnya benci dengan rumahnya, tapi dia benci dengan keadaan rumahnya yang menumpang orang asing yang tidak ingin dikenalnya. Yeah.. siapa lagi seseorang yang tidak ingin dikenalnya kalau bukan simpanan ayahnya.
            Merasa tidak tau lagi harus melakukan apa di sekolah besar ini sendirian, akhirnya dengan berat hati kyu memutuskan untuk pulang. Perjalanan menuju rumahnya dia habiskan dengan memikirkan banyak hal. Dan tak terasa sampailah dia di rumah mewahnya, sekilas Kyu tersenyum getir, mengingat bahwa ada orang asing yang tidak ia harapkan keberadannya di tengah-tengah hubungan tidak baiknya dengan ayahnya sendiri.
            “Kau sudah pulang, apakah kegiatan disekolah mengharuskan mu pulang malam Kyu?” sapa seseorang yeoja paruh baya yang masih terlihat cantik. Melihat ‘anak’ tirinya itu pulang dari sekolahnya. Tapi lawan bicaranya seolah tidak mendengar pertanyaan yang ditunjukan kepadanya, dan malah melenggang pergi menuju kamarnya.
            “Bukan urusanmu” sebelum menghilang dibalik pintu kamarnya Kyu menjawab dengan pelan pertanyaan untuknya tadi,
            “Kalau begitu istirahatlah Kyu, kau terlihat sangat lelah,” balas yeoja tadi berusaha sabar.

 

            Cho Yeong Hwa, presiden direktur Cho corporation, merupakan ayah yang buruk menurut seorang Cho KyuHyun. Bagaimana tidak ketika Kyu masih membutuhkan kasih sayang dari ibu kandungnya, katika dia masih tidak terlalu paham apa yang dimaksud dengan perselingkuhan ataupun simpanan, ayahnya dengan kejamnya menjalin hubungan dengan seseorang yang tengah berada di rumahnya ini, menikmati segala fasilitas yang diberikan oleh ayahnya. Kim hana sang ibu Kyuhyun tidak dapat berbuat apa-apa mengetahui suaminya mempunyai simpanan, yang dia lakukan hanya menyalahkan dirinya sendiri karena merasa tidak dapat membahagiakan suaminya sehingga dia-suaminya- berpaling ke perempuan lain.
            Choi ah na perempuan yang masih terlihat cantik meskipun telah berumur ‘kepala tiga’, sangat mencintai suaminya Cho Yeoung hwa. Meskipun cintanya ditentang berbagai pihak, tapi dia tetap bersikukuh menjaga perasaannya tumbuh hingga melahirkan seorang anak perempuan yang tak kalah cantik dengan nya Choi Rahyun.
            “ kau sudah pulang yeobo,” dengan nada manja dia menghampiri suaminya yang baru pulang kerja, sambil bergelayut manja dilengan suaminya.
            “Apakah Kyuhyun sudah pulang ?” dengan tersenyum Yeoung Hwa menanyakan keberadaan putra tunggalnya Kyuhyun.
            “ Dia baru saja pulang yeobo, dia sedang berada di kamarnya, sepertinya dia kelelahan dengan aktivitasnya seharian disekolah.” Dengan masih bergelayut manja di lengan sang suami “Lalu bagaimana dengan hari mu yeobo?” sambungnya lagi.
            “ Yeah,, seperti biasa, selalu sibuk dan hari ini perusahaan kita telah menandatangani kontrak kerja sama denga Hyundai Chrop.” Lapornya kepada istrinya..
            “Syukurlah yeobo semuanya berjalan dengan lancar, eumm,, bagaimana akhir pekan ini kita pergi ke pulau Jeju yeobo. Kita berjalan-jalan sambil melepaskan penatmu, bagaimana? Yeobo”, ucap nya –istrinya- mengutarakan keinginannya.
            “ Baiklah, lagi pula aku juga ingin mengistirahatkan fikiranku, lalu bagaimana dengan anak-anak,?” Yeoung hwa akhirnya menyetujui keinginan istrinya,
            “Mereka dirumah saja, kita buat jalan-jalan ini hanya untuk kita yeobo,”
            “Tidak apa-apa mereka kita tinggal?” tersirat kekhawatiran di benak nya –Yeoung hwa-.
            “Tidak papa, mereka kan sudah dewasa bisa menjaga diri mereka sendiri, lagi pula mereka juga akan mengerti”
            “Tapi apakah mungkin, mereka belum pernah bertemu sama sekali, walaupun mereka bersekolah di sekolah yang sama, aku khawatir mereka akan canggung jika bertemu”
            “Sudahlah yeobo, kau jangan terlalu mengkhawatirkan mereka, mereka akan baik-baik saja, baik Kyuhyun maupun Rahyun, mereka akan saling menjaga satu sama lain, karena mereka saudara,”

            Kediaman keluarga Cho memang sangat luas, mereka mempunyai kolam ikan yang indah di halaman rumah mereka, mempunyai taman yang asri dengan berbagai tanaman dan pohon rindang yang membuat rumah mereka terlihat hijau. Begitu juga di dalam rumah mereka, interior rumah mereka sengaja di desain sedemikian rupa sehingga terlihat menawan, kamar satu dengan yang lainnya terpisah jauh, oleh lorong-lorong yang menghubungkan ruangan satu dengan ruangan lainya.
            Mereka memang belum pernah bertemu, tapi jika sekedar mengetahui nama saja mungkin sudah, baru beberapa bulan yang lalu Rahyun pindah ke rumah ini, kamar Rahyun terpisah jauh dengan kamar Kyuhyun yang memungkinkan mereka jarang bertemu. Disekolah pun Rahyun tidak satu tingkat dengan Kyuhyun, dan jika pulang kerumah Kyuhyun selalu pulang malam,
            toktok…”        
            “Rahyun_a, ayo makan malam bersama di bawah, ibu dan yang lainya menunggumu di bawah sayang.”
            “Heuh,, kenapa ada acara makan malam bersama?! Aku malas melihat wajah mereka.” Gerutu rahyun setelah mendengar ajakan ibunya, sebenarnya dia melas turun kebawah dan bertatap muka dengan penghuni lain rumah ini, tapi apa boleh buat dia juga penasaran dengan wajah ayah kandung dan kakak laki-lakinya.
            Setelah berdandan seadanya Rahyun pun melangkahkan kakinya menuruni anak tangga menuju ruang makan keluarga ini.
            “Oh… Rahyun_a kau sudah datang, cha mari duduk di sini.” Sambut ibu  Rahyun ramah.
            “Rahyun?? Ternyata kau secantik ibumu, aku menyesal baru melihat anak gadisku sekarang, maafkan appa Rahyun_a” sambung tuan Cho, melihat kedatangan putrinya.
            “Ah tidak apa-apa appa” balas Rahyun dengan canggung,
sementara seorang laki-laki yang duduk di seberang Rahyun hanya diam mengaduk-aduk makanannya,
            “Kyuhyun_a kau tidak ingin melihat saudara mu? Dia sangat cantik nak.” Ucap tuan Cho menegur putranya.
Dengan malas Kyuhyun menengadahkan kepalanya melihat seorang gadis yang duduk di sebrangnya. Gadis yang ditatap oleh Kyuhyun seolah terpana dengan pesona kakak tirinya itu, Rahyun hanya diam termangu melihat manik mata Kyuhyun yang menatap matanya dalam.
            Suasana makan malam kali ini  berlangsung sangat khidmat,tak ada percakapan yang berarti sejauh ini,
            “Kyu_a apa kau tidak pernah melihat Rahyun di sekolah??” suara berwibawa memecah suasana hening yang tercipta.
            “Aku tidak terlalu memperhatikan Aboeji” masih dengan gaya malas-malasan nya,-Kyuhyun-
            “Kalau begitu Rahyun_a apa kau tidak pernah melihat Kyuhyun di sekolah?” kali ini sang eomma yang mulai berbicara.
            “Aku hanya pernah mendengar nama nya saja eomma,” ucap Rahyun sambil melirik sekilas kakak laki-lakinya itu,
            “Benarkah? Aku rasa Kyuhyun kami terkenal disekolah nya, bukan begitu Kyu_a”
            “Aku tidak merasa seperti itu Aboeji, aku permisi,” sambil meninggalkan ruangan makan malam yang dianggapnya membosankan, pria itu berjalan menuju kamarnya. Sedangkan Rahyun sedikit kaget dengan kepergian namja itu.
            “Mungkin dia terlalu lelah, ayo lanjutkan makan nya,”
            “Nde appa,” dengan patuh Rahyun memakan kembali makananya yang belum habis dihadapanya. Sebenarnya dari tadi Rahyun menahan diri untuk tidak kembali berontak seperti waktu itu, tapi aksi gila nya yang tadi sempat terfikir olehnya di dahului oleh kakak nya. Yang walaupun dengan damai meninggalkan ruang makan keluarga ini dengan tenang. Tapi secara tidak sadar telah melaukan pemberontakan kecil, bukan kah begitu..?
            *Kyuhyun Pov*
            *Brak* suara pintu kamar yang sengaja dibanting sang empunya,
aku tidak habis fikir dengan jalan fikiran namja tua itu, apa maksudnya mengenalkanku dengan gadis sial itu,,?? Tak ada gunanya,,, jika dia ingin aku menganggapnya sebagai adik ku jangan harap, hah…bahkan memikirkannya saja membuat aku mual..
            *kyuhun pov end*

“ Terima kasih atas makan malamnya, aku harus kembali kamar ku,”
“Kenapa terburu-buru, appa ingin berbicara lebih banyak denganmu, chagi
Eomma juga ingin membicarakan sesuatu padamu chagi.

            Ada apa ini? Kenapa perasaan ku jadi tak enak begini, ya tuhan semoga bukan berita buruk yang ku terima.
            “Begini, emma dan appa berencana akan mengadakan perjalanan menuju pulau jeju. Untuk mengunjungi perusahaan kita yang berada di sana”
            Lalu, apa hubungannya dengan ku??? Mereka sungguh aneh,
            “Jadi kami berencana berangkat besok pagi, mungkin sangat mendadak, tapi memang seperti ini keadaannya, kami harap kau mengerti chagi,”
            Chagi ?? sejak kapan panggilan menjijikan itu digunakan mereka untuk ku??
            “Kami mungkin akan meninggalkanmu beberapa minggu, tidak apa-apa kan? Lagi pula appa sudah menitipkanmu kepada kakakmu, bagaimana pun juga kau seorang gadis, kami tidak tenang meninggalkanmu begitu saja,”
            God, ternyata berita buruk ini yang akan ku dengar, apa? Kakak ku? Ouh,, yang benar saja, aku bahkan belum terlalu mengenalnya,, dan mereka menitipkanku kepadanya? Oh tuhan, bagaiman jika dia bukanya menjagaku, tapi malah berbuat macam-macam padaku??

            Setelah acara makan malam yang tidak dapat dikatakan menyenangkan itu, Rahyun kembali kekamarnya dengan perasaan tidak menentu, bagaimana jadinya dirinya ‘sepeninggal’ orang tua nya ke pulau Jeju nanti. Dan menurutnya kenapa dia harus dititipkan ke ‘kakak’ barunya, dia bisa menjaga diri dengan baik.

            “Mereka benar-benar gila, apa? Menitipkan ku?? Oh god..” racau Rahyun setibanya dia dikamarnya,
            “Aisssshhh,, molla-molla, lebih baik ak tidur.” Ucapnya kemudian lalu merebahkan dirinya diatas tempat tidur empuknya

            Pagi datang terlalu cepat, pikir Rahyun, gadis itu masih ingin berlama-lama bermain dengan mimpi indahnya. Gadis itu ingat bahwa kedua orang tuanya akan berangkat ke pulau Jeju pagi ini, entah apa yang akan terjadi setelah meeka berangkat, dan entah apa yang akan terjadi satu bulan kedepan,

            *toktoktok*

            “Maaf nona, tuan dan nyonya akan berangkat sebentar lagi, mereka menunggu nona di bawah, apakah nona sudah bangun atau hanya menitipkan pesan saja kepada mereka??” Tanya salah satu maid di depan pintu kamar Rahyun.
            “Aku akan turun sebentar lagi” jawab Rahyun tapa membuka pintu kamarnya kepada maid tersebut
            “Bagaimana?? Apakah mereka sudah bangun??” Tanya tuan Cho kepada maid yang dia suruh untuk membangun kan anak-anak nya.
            “Sudah tuan, tuan muda Kyuhyun dan nona Rahyun akan turun sebentar lagi,” lapor maid itu kepada majikannya-Tuan Cho-
            “Baguslah,, aku ingin melihat mereka sebentar sebelum berangkat, kau sudah siap yeobo?” tuan Cho mengalihkan perhatiannya kepada istrinya yang berdiri di sebelahnya
            “Aku sudah sangat siap yeobo” dengan senyuman ramah yang bertengger di bibir nya,
            “Sepertinya aku terlambat mengucapkan selamat pagi dan selamat berjalan-jalan kepada kalian”
            “Kyuhyun_ah,, kau sudah turun? Mana yeodongsaeng mu?” Tanya tuan Cho
            “Aku disini appa” jawab Rahyun yang muncul di belakang punggung Kyuhyun
            “Ahh,, kau sudah datang chaggi??” kali ini nyonya rumah ini yang menyapa anaknya.
            “Baiklah appa tidak akan berlama-lama, karena kami akan segera berangkat, Kyuhyun_ah appa menitipkan Rahyun kepada mu, awasi dan jaga dia selama kami di sana.  Dan Rahyun_ah, kau harus mematuhi oppa mu, arachi?? Tuan Cho memberikan petuahnya kepada kedua anaknya..
            “Sudahlah yeobo, janganterlalu menghawatirkan mereka, ayo, waktu nya sebentar lagi. Adeul eomma akan membawakan kalian oleh-oleh ketika pulang nanti, jaga diri kalian eoh..” kali ini nyonya Cho sedikit menasehati kedua anaknya.
            Kedua kakak beradik itu tidak terlalu memperhatikan apa yang diucapkan kedua orang tua mereka, yang mereka pikirkan adalah, bagaimana kehidupan mereka selama satu bulan ini.
             Dan mereka pun pergi-tuan dan nyonya Cho- meninggalkan kedua kakak beradik ini dalam dituasi yang tak pernah mereka bayangkan, dan sekarang suasana yang tercipta adalah kecanggungan. Baik Rahyun maupun Kyuhyun, tidak tau harus berkata apa, selain mereka tidak terlalu mengenal satu sama lain, juga tidak ada topik pembicaraan yang cocok untuk mereka bicarakan di depan rumah mereka ini.  Dan mereka akhirnya memutuskan untuk kembali ke kamar meraka masing-masing.
           

            Pagi hari di Jaeguk HighSchool selalu ramai, dengan para muridnya yang datang dengan koleksi mobil terbaru mereka. Seolah-olah mereka menunjukan betapa kaya nya mereka, dengan memekai seragam dari bahan baju yang mahal, tas import sepatu mahal, mereka terlihat berkelas. Tapi apakah hati mereka juga berkelas?? Apakah mereka mendapatkan kasih sayang penuhyang diberikan kedua orang tua mereka? Ataukah mereka senasib dengan Rahyun??. Entahlah, mereka tidak terlalu memfokuskan diri dengan kebutuhan kasih sayang yang diterima oleh mereka, yang mereka butuhkan adalah semua kekayaan orang tua mereka yang tidak akan habis dalam kurun waktu yang lama.
            Berbeda dengan anak-anak kaya yang bersekolah di SMA ini pada umumnya yang diantar oleh supir pribadi mereka dengan menggunakan koleksi mobil keluaran terbaru mereka, Rahyun lebih senang menaiki bus umum yang melewati kawasan sekolah nya, dengan sedikit berjalan menuju halte bus yang berada di pinggir jalan di dekat rumahnya. Menaiki bus umum lebih menyenangkan menurutnya-Rahyun- dia bisa melihat banyak orang yang menaiki bus yang sama dengannya. Melihat betapa sederhananya mereka denga pakaian yang seadaanya dan menurut mereka nyaman, tidak seperti teman-temannya yang terlalu memamerkan pakaian bagus mereka.  
            Setibanya di halaman sekolahnya -Rahyun- melihat kakaknya -Kyuhyun- turun dari bobil sport merahnya, dan seketika dikelilingi oleh banyak yeoja-yeoja yang mengagumi Kyuhyun yang menyebut diri mereka dengan SparKyu.. ouh terlihat menggelikan di mata Rahyun, memang Rahyuntidak mau berangkat bersama dengan Kyuhyun tadi pagi, entah apa alasannya, Rahyun pun tidak tau pasti, atau mungkin Rahyun tidak ingin para SparKyu itu mengetahui hubungan kekeluargaan nya dengan Kyuhyun. mungkin.

T.B.C ^^

0

_Can I Love You, Saem ?_ part 2

_Can I Love You, Saem ?_ part 2
GENRE : Romance, school life
LENGTH : series
RATED : PG 17
MAIN CAST : Cho Kyuhyun_SJ
                            Choi Rahyun_OC
AUTHOR : RaraCho
FACEBOOK : https://www.facebook.com/rara.safitri.98622

           Gambar

 

                         Sebelumnya terima kasih buat Jea eonni, yang sudah menyempatkan waktunya untuk memposting ff abal-abal ku. Hahaaaa, untuk readers selamat membaca, like dan komen kalian membuatku semakin semangat untuk menulis kelanjutan kisah cinta beda umur ini, dan don’t copy without permission.

 

 

            “Memandangimu adalah hoby baruku, merindukanmu terlalu sering dalam setiap helaan nafasku, dan mencintaimu adalah salah satu kebutuhan baruku, tapi seakan tersadar, kau terlalu jauh untuk ku gapai, saem” Rahyun

                       

“Choi Rahyun siapa  bilang kau diperbolehkan duduk di bangkumu?!” ucap Kyu kemudian, sentak saja ucapan Kyuhyun barusan langsung memberhentikan langkah malas Rahyun dan berbalik menghadap guru tercintanya itu dengan raut bingung.
            “Maksud saem aku harus duduk dimana?”
            “Berdiri disini sampai jam pelajaranku habis!! Dan setelah itu kerjakan tugas permintaan maafmu di ruanganku!!” sentak Kyuhyun sambil menunjuk kedapan kelas dimana posisi Rahyun harus berdiri.
            “M..mwo?”

Part 2 start

            Cho Kyuhyun adalah salah satu guru muda di sekolah ini, tapi bukan berarti karena umurnya yang masih muda lantas dia dapat lengah dan lalai dalam mendidik muridnya, menurutnya kedisplinan adalah kunci dari semuanya. Apalagi setelah melihat dengan mata kepalanya sendiri kelakuan salah satu muridya yang tidak dapat dikatakan berotak cerdas itu melakukan pelanggaran yang menurutnya fatal.
            Mungkin bagi guru lain hal itu dapat ditolelir, tapi beda perkara jika sudah ditangan seorang Cho Kyuhyun. Hal itu dapat menjadi kesalahan yang fatal dan hukuman yang sebelumnya ringan berubah menjadi berat. Dan itulah yang dialami oleh Choi Rahyun saat ini, bermula dengan panggilan cacing perutnya yang meminta makanan, dan sampai dia bertemu dengan Kyuhyun di lorong menuju kantin.
           

            “Ayo, tunggu apalagi Choi Rahyun? Atau hukuman ini terlalu ringan untukmu? Baiklah kalau begitu kau harus berdiri disini sampai bel pu….”
            “Ara,, arasseo saem, aku akan berdiri disana” ucapan Kyuhyun dipotong dengan persetujuan Rahyun yang akan berdiri di depan kelas sampai jam pelajaran Kyuhyun habis, dari pada harus berdiri sampai bel pulang berbunyi, pikir Rahyun.
            Sedangkan Kyuhyun hanya dapat tersenyum kecil, dan kembali menampakan raut wajah datar andalannya, setelah Rahyun melirik nya sekilas.
            “Ini adalah pelajaran yang berharga bagi kalian, jika kalian tidak disiplin, maka ini yang akan kalian dapatkan. Mengerti!!” Kyuhyun memperingati seluruh muridnya agar tidak melanggar peraturan kedisplinannya.
            Selama pelajaran Cho saem, Rahyun hanya memandangi sang guru yang asyik menerangkan rumus-rumus menyebalkan menurutnya, sesekali Kyuhyun melirik Rahyun untuk memastikan keadaan gadis itu, Rasa lapar dan lelah karena berdiri Rahyun seolah menguap entah kemana, melihat Kyuhyun tertawa akibat tingkah teman sekelasnya, Rahyun tersenyum sekilas dan murung lagi, mengingat ekspresi yang ditunjukan gurunya itu selama ini tidak pernah seceria itu padanya. Yang di tampakkan Kyuhyun hanya ekspresi datar, dan dingin.
            Tidak terasa jam pelajaran Cho saem sudah habis, otomatis hukuman Rahyun untuk berdiri didepan kelas telah habis dan berganti dengan hukuman menulis permintaan maaf di ruangan Cho saem.
            “Choi Rahyun, apakah kau ingin berdiri terus disana? “ tegur Kyuhyun sinis, melihat tidak ada pergerakan dari Rahyun, setelah bel tanda pelajaranya habis berbunyi.
            “Eo..eoh?? mianhae sam”
            “Hukumanmu sekarang berganti, ikut aku!” seraya berbalik dan berjalan menuju ruangan kantor dan ruangannya, sambil diikuti Rahyun di belakangnya.
            Semua guru yang melihat Rahyun mengekori Kyuhyun merasa tidak heran lagi, karena Kyuhyun telah biasa menghukum muruid-murid yang tidak disiplin seperti Rahyun, menurutnya murid murid yang seperti Rahyun harus segera ditertibkan .
            “Kerjakan tugas permintaan maaf mu sekarang!” titah Kyuhyun seketika setelah dia dan Rahyun melewati pintu masuk ruangannya.
            “Ta..tapi saem, aku harus mengerjakan apa?” jawab Rahyun polos. Kyuhyun sendiri tak habis fikir, gadis ini polos atau bodoh?
            “Maaf kan aku saem, aku berjanji tidak akan melakukannya lagi. Tulis seperti itu dalam 100 lembar, kertasnya ada si hadapanmu” tunjuk Kyuhyun kedepan meja kerjanya yang sudah tersedia tumpukan kertas kosong yang harus diisi oleh kata-kata permintaan maaf Rahyun.
            “Mwo? Saem tidak bercanda kan? Saem tidak bisa melakukan ini kepada ku, setidaknya saem menanyakan alasan ku keluar kelas saat jam pelajaran. Lagi pula saat itu sedang tidak ada guru yang mengajar dikelas” Rahyun berusaha membela dirinya sendiri, dia tidak terima diberlakukan semena-mena, hanya karena masalah sepele menurutnya, sekalipun dia mencintai pria dihadapannya ini.
            Kyuhyun menatap tajam Rahyun setelah gadis itu selesai mengeluarkan opininya, dan berjalan perlahan mendekati Rahyun,
            “Sudah?” tanya Kyuhyun memastikan apakah masih ada kata yang belum tersampaikan dari mulut Rahyun. Sedangkan Rahyun sedari tadi berusaha setengah mati menenangkan detak jantungnya yang seakan akan meledak jika Kyuhyun terus mendekat kearahnya, dalam hatinya dia mungumpat ingin segera keluar dari ruangan ini, dan menyelamatkan jantungnya
            Hingga jarak Kyuhyun dan Rahyun tinggal beberapa langkah lagi, tiba-tiba Kyuhyun berhenti, dan sejenak Rahyun dapat bernafas lega, karena ledakan dijantungnya akan tertunda.
            “Saem, bisakah aku mengerjakan tugas ini nanti saja, at….”
DEG
Dan dalam hitungan detik Kyuhyun memajukan langkahnya lagi, dan sekarang jarak mereka sangat dekat, sampai-sampai Rahyun dapat mencium aroma parfum maskulin yang dipakai Kyuhyun saat ini.
            “Tidak ada penolakan Choi Rahyun, kerjakan sekarang, sebelum kau selesai mengerjakannya, jangan harap bisa keluar dari ruanganku, mengerti?” dengan nada sedikit berbisik Kyuhyun mengatakannya.
            “N..nde” sial kenapa bibir ini menurut saja dengan ucapannya, pikir Rahyun.
            “Anak pintar” ucap Kyuhyun seraya mengacak poni Rahyun lembut, saem kumohon jangan seperti ini, aku takut aku tidak dapat menghilangkan perasaan ini. Rutuk Rahyun dalam hati.
            Dengan patuh Rahyun mengambil posisi didepan meja Kyuhyun, duduk sambil mulai mengerjakan tugasnya, sedangkan Kyuhyun sendiri duduk dibelakang mejanya sambil memeriksa hasil ulangan matematika. Sesekali Kyuhyun melirik gadis yang diketahui muridnya ini, cantik pikir Kyuhyun, tapi kenapa wajahnya sedikit pucat?
            Setelah selesai memeriksa hasil ulangan matematika muridnya, Kyuhyun berjalan keluar dari ruangannya meninggalkan Rahyun sendirian dengan tugas menumpuk yang masih dia kerjakan, selama perjalanan Kyuhyun menuju kelas yang akan diajarnya, Kyuhyun bertemu dengan Park Haena,
            “Chogi saem, dimana Choi Rahyun sekarang berada?” langkah Kyuhyun terhenti, mendengar pertanyaan Haena yang menanyakan keberadaan Rahyun.
            “Dia sedang menjalani hukumannya, ada apa kau mencarinya?”
            “Ani saem, begini aku bukan bermaksud membela Rahyun, tapi aku mencoba menjelaskan situasi disini saem”
            “Jika yang kau maksud hanya untuk memintaku memberi keringanan untuknya, kau tidak berhak Park Haena, sudah kembalilah kekelasmu”
            “Rahyun tadi hanya ingin pergi kekantin dan membeli makanan, dia sempat membangunkanku yang tertidur dikelas, tapi karena aku tidak bangun-bangun juga, akhirnya Rahyun memutuskan untuk membeli makanan sendiri, dan dia tidak sengaja bertemu dengan saem, itu berarti sampai sekarang Rahyun belum memakan apapun sejak saem hukum, dan Choi Rahyun mengidap Maag akut saem. Itu sebabnya dia pergi kekantin walaupun dia tahu akibatnya jika ketahuan, apalagi oleh saem” jelas Haena panjang lebar, dia pikir setidaknya dengan Cho saem mengetahui keadaan sebenarnya, dapat meringankan hukumanya. Sedangkan Kyuhyun hanya bisa terdiam ditempatnya dan berfikir, pantas saja wajah gadis itu pucat.
            “Sudah? Apakah kau sudah selesai membela sahabatmu Park Haena? Dia sudah melakukan kesalahan dan yang melakukan kesalahan harus tetap mendapatkan konsekuensinya. Jangan berbasa-basi lagi, kembali ke kelasmu”
            “Saem, kumohon ampuni Rahyun, dia pasti sedang kasakitan sekarang. Saem jaebal” mohon Haena karena bersalah dengan keadaan Rahyun sekarang
            “Aku tidak ada waktu untuk melayani permintaan mu, aku sekarang harus mengajar”
Haena lemas, melihat kepergian Kyuhyun, dia merasa tidak berguna saat ini. Tidak dapat membela sahabatnya sendiri. Dan selama Kyuhyun mengajar di kelas fikirannya tidak fokus dia terus terfikir dengan ucapan Haena beberapa menit yang lalu, yang mengatakan bahwa Rahyun mengidap penyakit Maag akut.setelah jam pelajarannya selesai, Kyuhyun langsung keluar kelas dan berjalan dengan tergesa menuju ruangannya, dia sedikit khawatir dengan keadaan Rahyun yang tengah menahan rasa sakitnya demi menjalani hukuman dari guru tercintanya. Kyuhyun sedikit membanting pintu ruangan kerjanya dengan tidak sabar. Dan benar, Rahyun sudah tidak sadarkan diri dengan posisi kepala tersandar pada meja kerja Kyuhyun dan tangan yang masih memegang pulpen. Kyuhyun terkejut dengan keadaan Rahyun langsung menggendong gadis itu dan membawanya kerumah sakit.
            “Bagaimana keadaannya uissa?” tanya Kyuhyun cemas dengan keadaan Rahyun, bagaimana pun Rahyun terbaring di rumah sakit seperti sekarang juga karena kesalahannya.
            “Nona Choi Rahyun sudah tidak papa, hanya saja maagnya sudah menjadi luka lambung atau yang sering disebut tukak lambung. Dia sekarang sedang tertidur, kusarankan agar menjaga waktu makannya.” Dan Kyuhyun mendengarkan penjelasan dokter mengenai keadaan Rahyun saat ini.
            “Apakah anda keluarganya?” tanya dokter itu
            “Eo..eoh..? bukan dok, saya guru sekolahnya” jelas Kyuhyun mengenai siapa dirinya
            “Begitu? Dan juga nona Choi Rahyun mengalami dehidrasi, dan kelelahan karena sesuatu pekerjaan yang sangat menguras tenaganya, apalagi dengan perut kosongnya dan sakit maagnya, kuharap anda bisa mengerti guru,” jelas dokter itu lagi
            “Nde, uissa, saya bisa mengerti, sekarang apakah saya bisa melihatnya?”
            “Tentu saja, silahkan tapi jangan berisik dia sedang tertidur karena pengaruh obat”
Kyuhyun memasuki ruangan putih yang didominasi dengan bebauan obat khas rumah sakit, arah matanya langsung menuju seorang gadis yang terbaring lemah dengan selang infuse yang menancap dengan rapi di pergelangan tangannya.
            “Gadis bodoh, kenapa kau tidak bilang sejak awal padaku, jika kau mengatakannya mungkin aku tidak akan terlalu berat menghukumu, aku minta maaf, cepatlah sembuh gadis nakal, aku tidak tenang melihatmu terbaring lemah seperti ini” sesal Kyuhyun seraya menggenggam tangan dingin Rahyun.
            “Saem…”

T.B.C


ini kelanjutannya, ^^