_Can I Love You, Saem ?_ part 2

_Can I Love You, Saem ?_ part 2
GENRE : Romance, school life
LENGTH : series
RATED : PG 17
MAIN CAST : Cho Kyuhyun_SJ
                            Choi Rahyun_OC
AUTHOR : RaraCho
FACEBOOK : https://www.facebook.com/rara.safitri.98622

           Gambar

 

                         Sebelumnya terima kasih buat Jea eonni, yang sudah menyempatkan waktunya untuk memposting ff abal-abal ku. Hahaaaa, untuk readers selamat membaca, like dan komen kalian membuatku semakin semangat untuk menulis kelanjutan kisah cinta beda umur ini, dan don’t copy without permission.

 

 

            “Memandangimu adalah hoby baruku, merindukanmu terlalu sering dalam setiap helaan nafasku, dan mencintaimu adalah salah satu kebutuhan baruku, tapi seakan tersadar, kau terlalu jauh untuk ku gapai, saem” Rahyun

                       

“Choi Rahyun siapa  bilang kau diperbolehkan duduk di bangkumu?!” ucap Kyu kemudian, sentak saja ucapan Kyuhyun barusan langsung memberhentikan langkah malas Rahyun dan berbalik menghadap guru tercintanya itu dengan raut bingung.
            “Maksud saem aku harus duduk dimana?”
            “Berdiri disini sampai jam pelajaranku habis!! Dan setelah itu kerjakan tugas permintaan maafmu di ruanganku!!” sentak Kyuhyun sambil menunjuk kedapan kelas dimana posisi Rahyun harus berdiri.
            “M..mwo?”

Part 2 start

            Cho Kyuhyun adalah salah satu guru muda di sekolah ini, tapi bukan berarti karena umurnya yang masih muda lantas dia dapat lengah dan lalai dalam mendidik muridnya, menurutnya kedisplinan adalah kunci dari semuanya. Apalagi setelah melihat dengan mata kepalanya sendiri kelakuan salah satu muridya yang tidak dapat dikatakan berotak cerdas itu melakukan pelanggaran yang menurutnya fatal.
            Mungkin bagi guru lain hal itu dapat ditolelir, tapi beda perkara jika sudah ditangan seorang Cho Kyuhyun. Hal itu dapat menjadi kesalahan yang fatal dan hukuman yang sebelumnya ringan berubah menjadi berat. Dan itulah yang dialami oleh Choi Rahyun saat ini, bermula dengan panggilan cacing perutnya yang meminta makanan, dan sampai dia bertemu dengan Kyuhyun di lorong menuju kantin.
           

            “Ayo, tunggu apalagi Choi Rahyun? Atau hukuman ini terlalu ringan untukmu? Baiklah kalau begitu kau harus berdiri disini sampai bel pu….”
            “Ara,, arasseo saem, aku akan berdiri disana” ucapan Kyuhyun dipotong dengan persetujuan Rahyun yang akan berdiri di depan kelas sampai jam pelajaran Kyuhyun habis, dari pada harus berdiri sampai bel pulang berbunyi, pikir Rahyun.
            Sedangkan Kyuhyun hanya dapat tersenyum kecil, dan kembali menampakan raut wajah datar andalannya, setelah Rahyun melirik nya sekilas.
            “Ini adalah pelajaran yang berharga bagi kalian, jika kalian tidak disiplin, maka ini yang akan kalian dapatkan. Mengerti!!” Kyuhyun memperingati seluruh muridnya agar tidak melanggar peraturan kedisplinannya.
            Selama pelajaran Cho saem, Rahyun hanya memandangi sang guru yang asyik menerangkan rumus-rumus menyebalkan menurutnya, sesekali Kyuhyun melirik Rahyun untuk memastikan keadaan gadis itu, Rasa lapar dan lelah karena berdiri Rahyun seolah menguap entah kemana, melihat Kyuhyun tertawa akibat tingkah teman sekelasnya, Rahyun tersenyum sekilas dan murung lagi, mengingat ekspresi yang ditunjukan gurunya itu selama ini tidak pernah seceria itu padanya. Yang di tampakkan Kyuhyun hanya ekspresi datar, dan dingin.
            Tidak terasa jam pelajaran Cho saem sudah habis, otomatis hukuman Rahyun untuk berdiri didepan kelas telah habis dan berganti dengan hukuman menulis permintaan maaf di ruangan Cho saem.
            “Choi Rahyun, apakah kau ingin berdiri terus disana? “ tegur Kyuhyun sinis, melihat tidak ada pergerakan dari Rahyun, setelah bel tanda pelajaranya habis berbunyi.
            “Eo..eoh?? mianhae sam”
            “Hukumanmu sekarang berganti, ikut aku!” seraya berbalik dan berjalan menuju ruangan kantor dan ruangannya, sambil diikuti Rahyun di belakangnya.
            Semua guru yang melihat Rahyun mengekori Kyuhyun merasa tidak heran lagi, karena Kyuhyun telah biasa menghukum muruid-murid yang tidak disiplin seperti Rahyun, menurutnya murid murid yang seperti Rahyun harus segera ditertibkan .
            “Kerjakan tugas permintaan maaf mu sekarang!” titah Kyuhyun seketika setelah dia dan Rahyun melewati pintu masuk ruangannya.
            “Ta..tapi saem, aku harus mengerjakan apa?” jawab Rahyun polos. Kyuhyun sendiri tak habis fikir, gadis ini polos atau bodoh?
            “Maaf kan aku saem, aku berjanji tidak akan melakukannya lagi. Tulis seperti itu dalam 100 lembar, kertasnya ada si hadapanmu” tunjuk Kyuhyun kedepan meja kerjanya yang sudah tersedia tumpukan kertas kosong yang harus diisi oleh kata-kata permintaan maaf Rahyun.
            “Mwo? Saem tidak bercanda kan? Saem tidak bisa melakukan ini kepada ku, setidaknya saem menanyakan alasan ku keluar kelas saat jam pelajaran. Lagi pula saat itu sedang tidak ada guru yang mengajar dikelas” Rahyun berusaha membela dirinya sendiri, dia tidak terima diberlakukan semena-mena, hanya karena masalah sepele menurutnya, sekalipun dia mencintai pria dihadapannya ini.
            Kyuhyun menatap tajam Rahyun setelah gadis itu selesai mengeluarkan opininya, dan berjalan perlahan mendekati Rahyun,
            “Sudah?” tanya Kyuhyun memastikan apakah masih ada kata yang belum tersampaikan dari mulut Rahyun. Sedangkan Rahyun sedari tadi berusaha setengah mati menenangkan detak jantungnya yang seakan akan meledak jika Kyuhyun terus mendekat kearahnya, dalam hatinya dia mungumpat ingin segera keluar dari ruangan ini, dan menyelamatkan jantungnya
            Hingga jarak Kyuhyun dan Rahyun tinggal beberapa langkah lagi, tiba-tiba Kyuhyun berhenti, dan sejenak Rahyun dapat bernafas lega, karena ledakan dijantungnya akan tertunda.
            “Saem, bisakah aku mengerjakan tugas ini nanti saja, at….”
DEG
Dan dalam hitungan detik Kyuhyun memajukan langkahnya lagi, dan sekarang jarak mereka sangat dekat, sampai-sampai Rahyun dapat mencium aroma parfum maskulin yang dipakai Kyuhyun saat ini.
            “Tidak ada penolakan Choi Rahyun, kerjakan sekarang, sebelum kau selesai mengerjakannya, jangan harap bisa keluar dari ruanganku, mengerti?” dengan nada sedikit berbisik Kyuhyun mengatakannya.
            “N..nde” sial kenapa bibir ini menurut saja dengan ucapannya, pikir Rahyun.
            “Anak pintar” ucap Kyuhyun seraya mengacak poni Rahyun lembut, saem kumohon jangan seperti ini, aku takut aku tidak dapat menghilangkan perasaan ini. Rutuk Rahyun dalam hati.
            Dengan patuh Rahyun mengambil posisi didepan meja Kyuhyun, duduk sambil mulai mengerjakan tugasnya, sedangkan Kyuhyun sendiri duduk dibelakang mejanya sambil memeriksa hasil ulangan matematika. Sesekali Kyuhyun melirik gadis yang diketahui muridnya ini, cantik pikir Kyuhyun, tapi kenapa wajahnya sedikit pucat?
            Setelah selesai memeriksa hasil ulangan matematika muridnya, Kyuhyun berjalan keluar dari ruangannya meninggalkan Rahyun sendirian dengan tugas menumpuk yang masih dia kerjakan, selama perjalanan Kyuhyun menuju kelas yang akan diajarnya, Kyuhyun bertemu dengan Park Haena,
            “Chogi saem, dimana Choi Rahyun sekarang berada?” langkah Kyuhyun terhenti, mendengar pertanyaan Haena yang menanyakan keberadaan Rahyun.
            “Dia sedang menjalani hukumannya, ada apa kau mencarinya?”
            “Ani saem, begini aku bukan bermaksud membela Rahyun, tapi aku mencoba menjelaskan situasi disini saem”
            “Jika yang kau maksud hanya untuk memintaku memberi keringanan untuknya, kau tidak berhak Park Haena, sudah kembalilah kekelasmu”
            “Rahyun tadi hanya ingin pergi kekantin dan membeli makanan, dia sempat membangunkanku yang tertidur dikelas, tapi karena aku tidak bangun-bangun juga, akhirnya Rahyun memutuskan untuk membeli makanan sendiri, dan dia tidak sengaja bertemu dengan saem, itu berarti sampai sekarang Rahyun belum memakan apapun sejak saem hukum, dan Choi Rahyun mengidap Maag akut saem. Itu sebabnya dia pergi kekantin walaupun dia tahu akibatnya jika ketahuan, apalagi oleh saem” jelas Haena panjang lebar, dia pikir setidaknya dengan Cho saem mengetahui keadaan sebenarnya, dapat meringankan hukumanya. Sedangkan Kyuhyun hanya bisa terdiam ditempatnya dan berfikir, pantas saja wajah gadis itu pucat.
            “Sudah? Apakah kau sudah selesai membela sahabatmu Park Haena? Dia sudah melakukan kesalahan dan yang melakukan kesalahan harus tetap mendapatkan konsekuensinya. Jangan berbasa-basi lagi, kembali ke kelasmu”
            “Saem, kumohon ampuni Rahyun, dia pasti sedang kasakitan sekarang. Saem jaebal” mohon Haena karena bersalah dengan keadaan Rahyun sekarang
            “Aku tidak ada waktu untuk melayani permintaan mu, aku sekarang harus mengajar”
Haena lemas, melihat kepergian Kyuhyun, dia merasa tidak berguna saat ini. Tidak dapat membela sahabatnya sendiri. Dan selama Kyuhyun mengajar di kelas fikirannya tidak fokus dia terus terfikir dengan ucapan Haena beberapa menit yang lalu, yang mengatakan bahwa Rahyun mengidap penyakit Maag akut.setelah jam pelajarannya selesai, Kyuhyun langsung keluar kelas dan berjalan dengan tergesa menuju ruangannya, dia sedikit khawatir dengan keadaan Rahyun yang tengah menahan rasa sakitnya demi menjalani hukuman dari guru tercintanya. Kyuhyun sedikit membanting pintu ruangan kerjanya dengan tidak sabar. Dan benar, Rahyun sudah tidak sadarkan diri dengan posisi kepala tersandar pada meja kerja Kyuhyun dan tangan yang masih memegang pulpen. Kyuhyun terkejut dengan keadaan Rahyun langsung menggendong gadis itu dan membawanya kerumah sakit.
            “Bagaimana keadaannya uissa?” tanya Kyuhyun cemas dengan keadaan Rahyun, bagaimana pun Rahyun terbaring di rumah sakit seperti sekarang juga karena kesalahannya.
            “Nona Choi Rahyun sudah tidak papa, hanya saja maagnya sudah menjadi luka lambung atau yang sering disebut tukak lambung. Dia sekarang sedang tertidur, kusarankan agar menjaga waktu makannya.” Dan Kyuhyun mendengarkan penjelasan dokter mengenai keadaan Rahyun saat ini.
            “Apakah anda keluarganya?” tanya dokter itu
            “Eo..eoh..? bukan dok, saya guru sekolahnya” jelas Kyuhyun mengenai siapa dirinya
            “Begitu? Dan juga nona Choi Rahyun mengalami dehidrasi, dan kelelahan karena sesuatu pekerjaan yang sangat menguras tenaganya, apalagi dengan perut kosongnya dan sakit maagnya, kuharap anda bisa mengerti guru,” jelas dokter itu lagi
            “Nde, uissa, saya bisa mengerti, sekarang apakah saya bisa melihatnya?”
            “Tentu saja, silahkan tapi jangan berisik dia sedang tertidur karena pengaruh obat”
Kyuhyun memasuki ruangan putih yang didominasi dengan bebauan obat khas rumah sakit, arah matanya langsung menuju seorang gadis yang terbaring lemah dengan selang infuse yang menancap dengan rapi di pergelangan tangannya.
            “Gadis bodoh, kenapa kau tidak bilang sejak awal padaku, jika kau mengatakannya mungkin aku tidak akan terlalu berat menghukumu, aku minta maaf, cepatlah sembuh gadis nakal, aku tidak tenang melihatmu terbaring lemah seperti ini” sesal Kyuhyun seraya menggenggam tangan dingin Rahyun.
            “Saem…”

T.B.C


ini kelanjutannya, ^^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s