I’m Bad girl ?_ part 1

Gambar

 

*Ketika semua_nya tak berpihak padamu*

            Apayang kau lakukan jika semua orang tidak mempercayaimu ?.
tidak melihatmu sebagai salah satu bagian dari mereka ?? bahkan seseorang yang kau anggap sebagai orang yang kau cintai pun ikut menghancurkan hati mu ??apa yang akan kau lakukan?
           
            “salahkah jika aku menginginkan sedikit kasih sayang dari kalian ? “ suasana ruang keluarga di salah satu rumah mewah yang berdiri kokoh di daerah gangnam seolah mencekam dengan teriakan frustasi salah satu anggota keluarga mereka yang menuntut keadilan kasih sayang dari kedua orang tuannya.
            *Brak*
gadis itu membanting pintu kamarnya yang tidak bersalah itu,  meninggalkan tatapan tidak percaya dari anggota keluarganya yang sedikit kaget atas aksi brutal gadis itu terhadap pintu kamarnya.
            “sebenarnya apa yang sedang gadis itu lakukan.? ,ouh,, aku tidak percaya ini” wanita paruh baya yang diduga sebagai nyonya rumah ini mengomentari sikap anarkis  putrinya..

            Pagi yang cerah hari ini, tidak secerah suasana hati seorang gadis yang masih meringkuk dalam hangatnya selimut biru sapphire miliknya. Tidak ada tanda tanda yang menunjukan bahwa gadis itu akan bengun dan memulai aktivitasnya.  Kamar yang bernuansa biru sapphire ini seakan tidak berpenghuni, banyak barang barang yang tidak terletak pada tempatnya, seperti sengaja di biarkan begitu saja oleh pemiliknya,
            “ bahkan mereka tidak mengejarku ke kamar setelah kejadian semalam. Hah lucu sekali mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin, aku lelah..” sama seperti keadaan kamarnya, keadaan gadis itu sama berantakannya, setelah pertengkaran hebat di ruang keluarga semalam gadis itu bahkan tidak mencuci mukanya terlebih dahulu, hanya menangis di ranjangnya dan tertidur. “ Rahyun _ah bagun sayang, apakah kau tidak pergi ke sekolah.. sudah pagi sayang ayo buka pintunya,,” nihil.. tidak ada jawaban dari kamar putrinya, tunggu putri nya??, “ aishh,,terserah padamu saja anak manja,, aku tidak akan perduli lagi..” lanjutnya lagi,, setelah cukup bersabar mengetuk pintu yang di duga sebagai kamar putrinya dan merelakan harga dirinya jatuh karena memulai menyapa gadis itu terlebih dulu..
            Tapi gadis yang berada dalam kamar itu tidak bergeming sama sekali, seolah tidak terganggu dengan kepura puraan sang ibu yang menurutnya tidak penting. “ huh berhentilah berpura-pura eomma “. Jam menunjukan pukul 6.30 pagi itu, setelah berfikir apakah dia ingin melakukan aktifitasnya pagi ini, akhirnya dia pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh berantakannya, dan berencana pergi kesekolah pagi ini, walaupun dalam keadaan terlambat.
            Pagi yang indah di Jaeguk High School membuat banyak murid yang berpakaian olahraga berlarian kesana kemari, menikmati sinar matahari yang terik menyinari langit Seoul pagi ini, berbeda dengan gadis yang baru saja datang melewati gerbang besar sekolah itu dengan santai. Jangan di tanya bagaimana ketegasan sekolah ini terhadap anak2 yang terlambat, pihak keamanan akan langsung membawa sang anak yang terlambat ke kantor pihak kesiswaan dan mendapatkan sangsi yang berat. Tapi seolah tidak takut dengan hukuman yang akan di terima jika terlambat, gadis itu dengan santai melenggang melewati petugas keamanan yang melihatnya biasa? Biasa yeah.. gadis itu memang biasa terlambat, pihak keamanan saja telah lelah menghukum gadis keras kepala satu ini. Semua murid yang tengah berolahraga di lapangan outdor sekolah yang dilewatinya ini melihatnya dengan tatapan malas.
            * someone pov*
            Heuh,, dia lagi, apakah dia tidak bosan terlambat, kapan kau akan berubah my ice princess ?? cobalah untuk berteman dengan salah satu murid perempuan disekolah ini. Jika kau ada masalah jangan dinikmati sendirian,, kau tau!! Berhentilah membuatku khawatir dengan keadaanmu,,
            “Hyaa, seung ho_ah,, tangkap bolanya.. kau ini kenapa aku dari tadi meneriaki mu bodoh..!!”
            “ Oh.. mian min hyuk_ah, aku hanya sedang melamun hehe..”
lelaki yang dipanggilnya min hyuk itu mengikuti arah pandang sahabatnya seung ho,
            “ sedang melamun atau sedang melihat si Ice Princess itu?” godanya lagi.
            “ aishh,, bukan seperti itu, hmm tapi aku aneh padanya hyuk_ah kenapa setiap hari dia terlambat? Bukanya dia anak orang kaya seharusnya dia bisa berangkat dengan mobilnya, tapi kena….?” tanyanya penasaran
            “ mana ku tahu, lagi pula siapa yang ingin mengetahui alasanya terlambat setiap hari, sungguh tidak penting, ah sedahlah kajja ganti baju,”  seketika Min hyuk memotong perkataan sahabatnya yang mulai membahas keterlambatan Ice Princess nya??
            * Someone pov end*

            * Rahyun pov*
Semua orang sama saja, tidak ada yang benar-benar tulus menyayangi ku, bahkan keluargaku sendiri pun tidak, ah,,menyedihkan. Tapi untuk apa kasih sayang mereka, tanpa kasih sayang mereka pun aku masih tetap hidup,,
            “whoa,, lihat siapa yang datang ini,, ternyata Ice Princess kita tidak mempunya jam dirumahnya,, hahaha” aish…mereka berisik sekali,
            “ ada masalah dengan kedatangan ku ?? “ kenapa, kenapa semuanya malah terdiam ? ayo balas perkataan ku, bodoh..ckck..
            “ ada, kukira kau tidak akan pernah datang lagi ke sekolah ini, ckck“
            “ singkirkan tanganmu dari tubuh ku !!! “
            “ ah..baiklah, aku juga tidak mau tangan bersihku, ternodai oleh mu,, “, “ ayo pergi “ lanjut wanita itu lagi kepada teman-temannya.
Dasar wanita pengganggu, aku tidak habis pikir, masih ada orang yang ingin berteman dengannya..terkutuklah orang itu…
            yah beginilah aku setiap harinya, tidak perlu aku jelaskan secara rinci pun kalian akan menebak aku seperti apa,, tapi aku nyaman dengan diriku, mungkin …
            * Rahyun pov end*
kegiatan disekolah ini terasa biasa saja menurut gadis yang lebih suka menyendiri di bangku paling belakang perpustakaan, yang terletak di depan rak buku novel remaja ini. Dia lebih suka menghabiskan waktunya di sini, bahkan hampir semua novel remaja yang tersedia di perpustakaan ini telah dia baca.
            “ Hah.. ceritanya terlalu fiktif, menurutmu apakah dunia ini semudah itu menjalani nya?? Kenapa seperti mudah menjalani hidup di dunia yang seperti itu..”
ucapnya pada buku tebal yang telah selesai di bacanya itu,
            “ Seandaikan hidupku dapat semudah yang ku pikirkan..”
            “ hai… kau sendirian ?? sedang apa?? “
DEG

sapa seorang namja yang dengan tiba-tiba duduk di sebelahnya. Jelas saja itu membuatnya terkejut, dan menatap namja itu penuh selidik. Hei,, lagi pula siapa yang mau duduk di sebelah si Ice Princess ini ??
            “ Jangan menatapku seperti itu, aku tidak akan mengganggu mu nona.. “
            ‘ Kedatanganmu sangat mengganggu ku bodoh ‘ dalam hati Rahyun merutuki kedatangan namja ini secara tiba-tiba.
            “ Aku Yoo Seung Hoo.. salam kenal,, kau Choi Rahyun kan..” lanjut namja itu lagi, dan masih tetap sama, gadis di sebelahnya tidak menjawab pertanyaan nya, mungkin di jawab tapi didalam hati,
            ‘ Wah..daebak, dia bahkan tau nama ku, tak kusangka ternyata kau terkenal Choi Rahyun, haha “ pikirnya bangga..
            “ Jangan merasa hebat dulu karena aku tau nama mu, semua orang bahkan tau siapa kau nona, bahkan kau mempunyai julukan di sekolah ini, Ice Princess
            ‘ Woah,, bahkan dia sekarang tau apa yang ku pikirkan, apakah kau seorang cenayang tuan ?? ‘, ‘ Ice Princess ?? tidak buruk, ternyata mereka pandai memberikan julukan..’ dengan raut wajah serius Rahyun mengamati namja disebelahnya, berfikir mengapa namja ini tahu apa yang di pikirkannya, apakah hanya sebuah kebetulan ??
            “ Jika kau berfikir  aku seorang peramal atau semacamnya, kau salah nona, aku bukan peramal,, lagi pula julukan itu tidak terlalu buruk untuk mu, ia kan ?? “
            ‘ Aighoo  dia benar-benar dapat membaca pikiranku , aku harus melindungi pikiranku, ,,’ Rahyun masih tidak percaya dengan kebetulan yang sedang terjadi ini.
            “ Aku sudah menduga ini akan terjadi, ketika aku mencoba untuk berbicara kepadamu, kau akan mendiamkan ku, tapi tidak apa. Kau menatapku saja itu sudah termasuk kemajuan yang membanggakan, nikmati hari mu My Ice Princes. Aku pergi dulu..” lanjut namja itu pasrah dengan kenyataan bahwa Rahyun tidak membalas perkataannya.
            ‘ My Ice Princess ?? sebenarnya apa yang sedang namja itu bicarakan,??!! ‘
Ice Princess memang cocok dengan sosoknya, yang dingin sedingin es kutub sekalipun. Tidak banyak orang yang berani mendekatinya, bahkan menyapanya seperti namja tadi, mungkin namja tadi bisa dibilang nekat, karena berani mendekati Choi Rahyun. Tapi jika dipikir memang kenapa jika mendekatinya, dia tidak berbahaya, dia bahkan bukan anak seorang pembunuh. Dia hanya mempunyai keinginan sederhana, dia tidak ingin mereka tahu siapa dia sebenarnya.
            menjadi anak dari simpanan salah satu konglomerat di Korea bukanlah sesuatu yang membanggakan, dan harus di sombongkan, hal itu hanya menambah beban pikiran seorang remaja labil seperti Rahyun. Tidak mendapatkan kasih sayang sebagaimana ‘mestinya’ membuatnya membenci statusnya yang disembunyikan dari publik ini. Dia harus berpura-pura tidak mempunyai ayah dan berasal dari keluarga biasa saja.
            Sering dia merasa putus asa dengan keadaan keluarganya yang mulai berantakan semenjak neneknya meninggal setahun lalu. Selama sang nenek masih berada disampingnya, neneknya lah yang menjaganya bahkan telah di anggapnya sebagai ibunya. Jika ditanya dimana ibu kandung Rahyun berada selama itu, ibu kandung Rahyun bersikeras tinggal bersama appa Rahyun, di rumah mewah bak istana keluarga itu walaupun mendapat tanggapan tidak mengenakan dari keluarga kaya itu, ibu Rahyun masih bersikeras tinggal di rumah itu, bukan apa-apa hanya meminta hak atas kelahiran Rahyun. Tapi nyatanya tidak, hak yang dimaksudnya tadi adalah hak untuknya.
            Sang nenek menyayangi Rahyun melebihi apapun. Dia tidak perduli bagaimana perlakuan anaknya yang notabene adalah ibu kandung Rahyun kepadanya, yang dia pikirkan hanya kehidupan Rahyun. Dan semenjak itu pula Rahyun membenci ibunya, dia marah hanya demi harta dia meninggalkan anaknya yang membutuhkannya melebihi apapun. Walaupun sekarang Rahyun telah tinggal bersama eomma dan appanya tetap tidak ada yang berubah. Tetap sama dia membenci ibunya.
            Jangan berfikir dalam kasus ini hanya Rahyun yang bersalah, karena telah membenci ibu kandungnya sendiri. Tapi yang harus disalahkan adalah keadaan yang membuat mereka menjadi seperti ini. Tapi semuanya telah terjadi dan percuma saja disesali.
            * Kyuhyun pov *
            “Aish…. Kenapa capat sekali bel pulang berbunyi?” dia ternyata kurang menyukai kenyataan bahwa bel pertanda pelajaran terakhir telah habis berbunyi dan itu artinya dia harus kembali ke rumah mewahnya.
            “ Sepertinya kau tak ingin pulang kyu  ? “ Juno sedikit aneh dengan sahabatnya satu ini, biasanya jika anak-anak seantero sekolah sangat menantikan berdentingnya bel itu, seperti bel membawa keberuntungan, dan sekarang dia menemukan seseorang yang tidak senang dengan berbunyinya bel ini. Haushhh sungguh aneh pikirnya.
            “ Tidak,, aku masih ingin disini, kau duluan saja Juno_ah..”
            “ Ya sudah kalau begitu, aku pergi kyu_ah.. tapi jangan terlalu malam disini, kau tau kan ada sesuatu yang akan mengganggu mu jika malam telah tiba,,” dengan nada menakut-nakuti Jino berharap sahabatnya itu akan lekas pulang.
            “ Sepertinya kau yang sekarang menakut-nakuti ku Juno_ah,, menjelang malam apakah kau menjelma sebagai ahjumma cerewet.? Aouh,,menyeramkan,,” dengan nada berlagak takut dan kedua tangan yang memeluk dirinya sendiri kyu membalas perkataan Juno barusan,
            “ Kau menyebalkan Cho..!!!!” dengan wajah sedikit sebal Juno melangkahkan kakinya keluar kelas, dia tau jika melawan iblis itu lebih dalam yang dia dapatkan hanya kekalahan.
            “ Hahaha…” tawa kemenangan seorang kyuhyun terdengar sampai keluar kelas ini, tapi dengan cepat kyu menghapus tawanya, karena memang hatinya sedang tidak dalam keadaan baik kali ini. Kyu sebenarnya benci dengan kenyataan bahwa dia harus menjejakan kakinya dirumah setelah kegiatan disekolah berakhir, dia tidak sepenuhnya benci dengan rumahnya, tapi dia benci dengan keadaan rumahnya yang menumpang orang asing yang tidak ingin dikenalnya. Yeah.. siapa lagi seseorang yang tidak ingin dikenalnya kalau bukan simpanan ayahnya.
            Merasa tidak tau lagi harus melakukan apa di sekolah besar ini sendirian, akhirnya dengan berat hati kyu memutuskan untuk pulang. Perjalanan menuju rumahnya dia habiskan dengan memikirkan banyak hal. Dan tak terasa sampailah dia di rumah mewahnya, sekilas Kyu tersenyum getir, mengingat bahwa ada orang asing yang tidak ia harapkan keberadannya di tengah-tengah hubungan tidak baiknya dengan ayahnya sendiri.
            “Kau sudah pulang, apakah kegiatan disekolah mengharuskan mu pulang malam Kyu?” sapa seseorang yeoja paruh baya yang masih terlihat cantik. Melihat ‘anak’ tirinya itu pulang dari sekolahnya. Tapi lawan bicaranya seolah tidak mendengar pertanyaan yang ditunjukan kepadanya, dan malah melenggang pergi menuju kamarnya.
            “Bukan urusanmu” sebelum menghilang dibalik pintu kamarnya Kyu menjawab dengan pelan pertanyaan untuknya tadi,
            “Kalau begitu istirahatlah Kyu, kau terlihat sangat lelah,” balas yeoja tadi berusaha sabar.

 

            Cho Yeong Hwa, presiden direktur Cho corporation, merupakan ayah yang buruk menurut seorang Cho KyuHyun. Bagaimana tidak ketika Kyu masih membutuhkan kasih sayang dari ibu kandungnya, katika dia masih tidak terlalu paham apa yang dimaksud dengan perselingkuhan ataupun simpanan, ayahnya dengan kejamnya menjalin hubungan dengan seseorang yang tengah berada di rumahnya ini, menikmati segala fasilitas yang diberikan oleh ayahnya. Kim hana sang ibu Kyuhyun tidak dapat berbuat apa-apa mengetahui suaminya mempunyai simpanan, yang dia lakukan hanya menyalahkan dirinya sendiri karena merasa tidak dapat membahagiakan suaminya sehingga dia-suaminya- berpaling ke perempuan lain.
            Choi ah na perempuan yang masih terlihat cantik meskipun telah berumur ‘kepala tiga’, sangat mencintai suaminya Cho Yeoung hwa. Meskipun cintanya ditentang berbagai pihak, tapi dia tetap bersikukuh menjaga perasaannya tumbuh hingga melahirkan seorang anak perempuan yang tak kalah cantik dengan nya Choi Rahyun.
            “ kau sudah pulang yeobo,” dengan nada manja dia menghampiri suaminya yang baru pulang kerja, sambil bergelayut manja dilengan suaminya.
            “Apakah Kyuhyun sudah pulang ?” dengan tersenyum Yeoung Hwa menanyakan keberadaan putra tunggalnya Kyuhyun.
            “ Dia baru saja pulang yeobo, dia sedang berada di kamarnya, sepertinya dia kelelahan dengan aktivitasnya seharian disekolah.” Dengan masih bergelayut manja di lengan sang suami “Lalu bagaimana dengan hari mu yeobo?” sambungnya lagi.
            “ Yeah,, seperti biasa, selalu sibuk dan hari ini perusahaan kita telah menandatangani kontrak kerja sama denga Hyundai Chrop.” Lapornya kepada istrinya..
            “Syukurlah yeobo semuanya berjalan dengan lancar, eumm,, bagaimana akhir pekan ini kita pergi ke pulau Jeju yeobo. Kita berjalan-jalan sambil melepaskan penatmu, bagaimana? Yeobo”, ucap nya –istrinya- mengutarakan keinginannya.
            “ Baiklah, lagi pula aku juga ingin mengistirahatkan fikiranku, lalu bagaimana dengan anak-anak,?” Yeoung hwa akhirnya menyetujui keinginan istrinya,
            “Mereka dirumah saja, kita buat jalan-jalan ini hanya untuk kita yeobo,”
            “Tidak apa-apa mereka kita tinggal?” tersirat kekhawatiran di benak nya –Yeoung hwa-.
            “Tidak papa, mereka kan sudah dewasa bisa menjaga diri mereka sendiri, lagi pula mereka juga akan mengerti”
            “Tapi apakah mungkin, mereka belum pernah bertemu sama sekali, walaupun mereka bersekolah di sekolah yang sama, aku khawatir mereka akan canggung jika bertemu”
            “Sudahlah yeobo, kau jangan terlalu mengkhawatirkan mereka, mereka akan baik-baik saja, baik Kyuhyun maupun Rahyun, mereka akan saling menjaga satu sama lain, karena mereka saudara,”

            Kediaman keluarga Cho memang sangat luas, mereka mempunyai kolam ikan yang indah di halaman rumah mereka, mempunyai taman yang asri dengan berbagai tanaman dan pohon rindang yang membuat rumah mereka terlihat hijau. Begitu juga di dalam rumah mereka, interior rumah mereka sengaja di desain sedemikian rupa sehingga terlihat menawan, kamar satu dengan yang lainnya terpisah jauh, oleh lorong-lorong yang menghubungkan ruangan satu dengan ruangan lainya.
            Mereka memang belum pernah bertemu, tapi jika sekedar mengetahui nama saja mungkin sudah, baru beberapa bulan yang lalu Rahyun pindah ke rumah ini, kamar Rahyun terpisah jauh dengan kamar Kyuhyun yang memungkinkan mereka jarang bertemu. Disekolah pun Rahyun tidak satu tingkat dengan Kyuhyun, dan jika pulang kerumah Kyuhyun selalu pulang malam,
            toktok…”        
            “Rahyun_a, ayo makan malam bersama di bawah, ibu dan yang lainya menunggumu di bawah sayang.”
            “Heuh,, kenapa ada acara makan malam bersama?! Aku malas melihat wajah mereka.” Gerutu rahyun setelah mendengar ajakan ibunya, sebenarnya dia melas turun kebawah dan bertatap muka dengan penghuni lain rumah ini, tapi apa boleh buat dia juga penasaran dengan wajah ayah kandung dan kakak laki-lakinya.
            Setelah berdandan seadanya Rahyun pun melangkahkan kakinya menuruni anak tangga menuju ruang makan keluarga ini.
            “Oh… Rahyun_a kau sudah datang, cha mari duduk di sini.” Sambut ibu  Rahyun ramah.
            “Rahyun?? Ternyata kau secantik ibumu, aku menyesal baru melihat anak gadisku sekarang, maafkan appa Rahyun_a” sambung tuan Cho, melihat kedatangan putrinya.
            “Ah tidak apa-apa appa” balas Rahyun dengan canggung,
sementara seorang laki-laki yang duduk di seberang Rahyun hanya diam mengaduk-aduk makanannya,
            “Kyuhyun_a kau tidak ingin melihat saudara mu? Dia sangat cantik nak.” Ucap tuan Cho menegur putranya.
Dengan malas Kyuhyun menengadahkan kepalanya melihat seorang gadis yang duduk di sebrangnya. Gadis yang ditatap oleh Kyuhyun seolah terpana dengan pesona kakak tirinya itu, Rahyun hanya diam termangu melihat manik mata Kyuhyun yang menatap matanya dalam.
            Suasana makan malam kali ini  berlangsung sangat khidmat,tak ada percakapan yang berarti sejauh ini,
            “Kyu_a apa kau tidak pernah melihat Rahyun di sekolah??” suara berwibawa memecah suasana hening yang tercipta.
            “Aku tidak terlalu memperhatikan Aboeji” masih dengan gaya malas-malasan nya,-Kyuhyun-
            “Kalau begitu Rahyun_a apa kau tidak pernah melihat Kyuhyun di sekolah?” kali ini sang eomma yang mulai berbicara.
            “Aku hanya pernah mendengar nama nya saja eomma,” ucap Rahyun sambil melirik sekilas kakak laki-lakinya itu,
            “Benarkah? Aku rasa Kyuhyun kami terkenal disekolah nya, bukan begitu Kyu_a”
            “Aku tidak merasa seperti itu Aboeji, aku permisi,” sambil meninggalkan ruangan makan malam yang dianggapnya membosankan, pria itu berjalan menuju kamarnya. Sedangkan Rahyun sedikit kaget dengan kepergian namja itu.
            “Mungkin dia terlalu lelah, ayo lanjutkan makan nya,”
            “Nde appa,” dengan patuh Rahyun memakan kembali makananya yang belum habis dihadapanya. Sebenarnya dari tadi Rahyun menahan diri untuk tidak kembali berontak seperti waktu itu, tapi aksi gila nya yang tadi sempat terfikir olehnya di dahului oleh kakak nya. Yang walaupun dengan damai meninggalkan ruang makan keluarga ini dengan tenang. Tapi secara tidak sadar telah melaukan pemberontakan kecil, bukan kah begitu..?
            *Kyuhyun Pov*
            *Brak* suara pintu kamar yang sengaja dibanting sang empunya,
aku tidak habis fikir dengan jalan fikiran namja tua itu, apa maksudnya mengenalkanku dengan gadis sial itu,,?? Tak ada gunanya,,, jika dia ingin aku menganggapnya sebagai adik ku jangan harap, hah…bahkan memikirkannya saja membuat aku mual..
            *kyuhun pov end*

“ Terima kasih atas makan malamnya, aku harus kembali kamar ku,”
“Kenapa terburu-buru, appa ingin berbicara lebih banyak denganmu, chagi
Eomma juga ingin membicarakan sesuatu padamu chagi.

            Ada apa ini? Kenapa perasaan ku jadi tak enak begini, ya tuhan semoga bukan berita buruk yang ku terima.
            “Begini, emma dan appa berencana akan mengadakan perjalanan menuju pulau jeju. Untuk mengunjungi perusahaan kita yang berada di sana”
            Lalu, apa hubungannya dengan ku??? Mereka sungguh aneh,
            “Jadi kami berencana berangkat besok pagi, mungkin sangat mendadak, tapi memang seperti ini keadaannya, kami harap kau mengerti chagi,”
            Chagi ?? sejak kapan panggilan menjijikan itu digunakan mereka untuk ku??
            “Kami mungkin akan meninggalkanmu beberapa minggu, tidak apa-apa kan? Lagi pula appa sudah menitipkanmu kepada kakakmu, bagaimana pun juga kau seorang gadis, kami tidak tenang meninggalkanmu begitu saja,”
            God, ternyata berita buruk ini yang akan ku dengar, apa? Kakak ku? Ouh,, yang benar saja, aku bahkan belum terlalu mengenalnya,, dan mereka menitipkanku kepadanya? Oh tuhan, bagaiman jika dia bukanya menjagaku, tapi malah berbuat macam-macam padaku??

            Setelah acara makan malam yang tidak dapat dikatakan menyenangkan itu, Rahyun kembali kekamarnya dengan perasaan tidak menentu, bagaimana jadinya dirinya ‘sepeninggal’ orang tua nya ke pulau Jeju nanti. Dan menurutnya kenapa dia harus dititipkan ke ‘kakak’ barunya, dia bisa menjaga diri dengan baik.

            “Mereka benar-benar gila, apa? Menitipkan ku?? Oh god..” racau Rahyun setibanya dia dikamarnya,
            “Aisssshhh,, molla-molla, lebih baik ak tidur.” Ucapnya kemudian lalu merebahkan dirinya diatas tempat tidur empuknya

            Pagi datang terlalu cepat, pikir Rahyun, gadis itu masih ingin berlama-lama bermain dengan mimpi indahnya. Gadis itu ingat bahwa kedua orang tuanya akan berangkat ke pulau Jeju pagi ini, entah apa yang akan terjadi setelah meeka berangkat, dan entah apa yang akan terjadi satu bulan kedepan,

            *toktoktok*

            “Maaf nona, tuan dan nyonya akan berangkat sebentar lagi, mereka menunggu nona di bawah, apakah nona sudah bangun atau hanya menitipkan pesan saja kepada mereka??” Tanya salah satu maid di depan pintu kamar Rahyun.
            “Aku akan turun sebentar lagi” jawab Rahyun tapa membuka pintu kamarnya kepada maid tersebut
            “Bagaimana?? Apakah mereka sudah bangun??” Tanya tuan Cho kepada maid yang dia suruh untuk membangun kan anak-anak nya.
            “Sudah tuan, tuan muda Kyuhyun dan nona Rahyun akan turun sebentar lagi,” lapor maid itu kepada majikannya-Tuan Cho-
            “Baguslah,, aku ingin melihat mereka sebentar sebelum berangkat, kau sudah siap yeobo?” tuan Cho mengalihkan perhatiannya kepada istrinya yang berdiri di sebelahnya
            “Aku sudah sangat siap yeobo” dengan senyuman ramah yang bertengger di bibir nya,
            “Sepertinya aku terlambat mengucapkan selamat pagi dan selamat berjalan-jalan kepada kalian”
            “Kyuhyun_ah,, kau sudah turun? Mana yeodongsaeng mu?” Tanya tuan Cho
            “Aku disini appa” jawab Rahyun yang muncul di belakang punggung Kyuhyun
            “Ahh,, kau sudah datang chaggi??” kali ini nyonya rumah ini yang menyapa anaknya.
            “Baiklah appa tidak akan berlama-lama, karena kami akan segera berangkat, Kyuhyun_ah appa menitipkan Rahyun kepada mu, awasi dan jaga dia selama kami di sana.  Dan Rahyun_ah, kau harus mematuhi oppa mu, arachi?? Tuan Cho memberikan petuahnya kepada kedua anaknya..
            “Sudahlah yeobo, janganterlalu menghawatirkan mereka, ayo, waktu nya sebentar lagi. Adeul eomma akan membawakan kalian oleh-oleh ketika pulang nanti, jaga diri kalian eoh..” kali ini nyonya Cho sedikit menasehati kedua anaknya.
            Kedua kakak beradik itu tidak terlalu memperhatikan apa yang diucapkan kedua orang tua mereka, yang mereka pikirkan adalah, bagaimana kehidupan mereka selama satu bulan ini.
             Dan mereka pun pergi-tuan dan nyonya Cho- meninggalkan kedua kakak beradik ini dalam dituasi yang tak pernah mereka bayangkan, dan sekarang suasana yang tercipta adalah kecanggungan. Baik Rahyun maupun Kyuhyun, tidak tau harus berkata apa, selain mereka tidak terlalu mengenal satu sama lain, juga tidak ada topik pembicaraan yang cocok untuk mereka bicarakan di depan rumah mereka ini.  Dan mereka akhirnya memutuskan untuk kembali ke kamar meraka masing-masing.
           

            Pagi hari di Jaeguk HighSchool selalu ramai, dengan para muridnya yang datang dengan koleksi mobil terbaru mereka. Seolah-olah mereka menunjukan betapa kaya nya mereka, dengan memekai seragam dari bahan baju yang mahal, tas import sepatu mahal, mereka terlihat berkelas. Tapi apakah hati mereka juga berkelas?? Apakah mereka mendapatkan kasih sayang penuhyang diberikan kedua orang tua mereka? Ataukah mereka senasib dengan Rahyun??. Entahlah, mereka tidak terlalu memfokuskan diri dengan kebutuhan kasih sayang yang diterima oleh mereka, yang mereka butuhkan adalah semua kekayaan orang tua mereka yang tidak akan habis dalam kurun waktu yang lama.
            Berbeda dengan anak-anak kaya yang bersekolah di SMA ini pada umumnya yang diantar oleh supir pribadi mereka dengan menggunakan koleksi mobil keluaran terbaru mereka, Rahyun lebih senang menaiki bus umum yang melewati kawasan sekolah nya, dengan sedikit berjalan menuju halte bus yang berada di pinggir jalan di dekat rumahnya. Menaiki bus umum lebih menyenangkan menurutnya-Rahyun- dia bisa melihat banyak orang yang menaiki bus yang sama dengannya. Melihat betapa sederhananya mereka denga pakaian yang seadaanya dan menurut mereka nyaman, tidak seperti teman-temannya yang terlalu memamerkan pakaian bagus mereka.  
            Setibanya di halaman sekolahnya -Rahyun- melihat kakaknya -Kyuhyun- turun dari bobil sport merahnya, dan seketika dikelilingi oleh banyak yeoja-yeoja yang mengagumi Kyuhyun yang menyebut diri mereka dengan SparKyu.. ouh terlihat menggelikan di mata Rahyun, memang Rahyuntidak mau berangkat bersama dengan Kyuhyun tadi pagi, entah apa alasannya, Rahyun pun tidak tau pasti, atau mungkin Rahyun tidak ingin para SparKyu itu mengetahui hubungan kekeluargaan nya dengan Kyuhyun. mungkin.

T.B.C ^^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s