Fantasy Fanfiction : Zesar Aserhnar Part 1

Zesar Aserhnar Part 1

KyuHyun Private

Bagaimana jika di dunia ini terdapat makhluk yang hanya dapat dilihat oleh sebagian kecil manusia? hantu? bukan dia tepatnya, tapi sejenis ELF dan bukan Everlastinng nya Super junior. Tapi elf peri hutan yang mempunyai kehidupan kekal. bagaimana menurutmu? dunia ini akan menarik bukan, akan ada beberapa orang yang dapat melihatnya ada juga yang hanya dapat merasakan kehadirannya.

Wujudnya? eumm, mungkin seperti Arwen atau Legolas? haa , aku juga belum tau pasti karena aku sendiri belum pernah bertemu dengan nya. tapi temanku pernah dan dia menceritakan semuanya padaku. dan disinilah kisah ini di mulai

Story Began

Semua ini berawal pada beratus ratus tahun sebelum adanya dunia seperti saat ini. tidak ada tumbuhan hijau seperti saat ini, yang ada hanya padang pasir kering yang luas dan gersang, bebatuan besar mendominasi. Tanah kosong tak berpenghuni. Dunia masih terasa hampa dan kosong, diciptakanlah tumbuhan hijau, pepohonan besar, binatang kecil sampai binatang besar, diberikannya siklus musim hujan dan panas. Dunia yang awalnya kosong dan hampa kini terisi dengan penuh kesejukan.

Tapi sang pencipta yaitu Ainur tidak cukup sampai disitu untuk menciptakan makhluknya, dia akhirnya menciptakan tiga golongan peri yang berkuasa pada saat itu dan pada masing-masing pemimpin dibuatkan sebuah cincin yang mempunya kekuatan untuk menguasai daerah dan mengatur daerahnya sendiri. Setiap hal yang baik pasti ada juga hal yang buruknya, ya sang Pencipta juga menciptakan sosok antagonis dalam dunianya agar dapat menguji kemampuan tokoh protagonis dalam memimpin dunia yang dibuatnya.

Ialah Sauron putra kegelapan yang siap menghalangi cahaya untuk masuk, menghancurkan setiap mimpi indah setiap makhluk dan menggantikannya dengan mimpi buruk tiada henti. Sauron sangat menentang Ainur sang pencipta menurutnya kenapa sang pencipta repot-repot menciptakan para ELF jika mereka tidak sekuat dirinya untuk menguasai dunia yang luas ini? Mereka hanya kaum lemah yang hidup kekal. Sauron menertawakan kemampuan ELF yang dianugrahkan oleh Ainur. Kebencian Sauron kepada ELF memuncak saat dia mendengar Ainur khusus membuatkan ketiga pemimpin ELF sebuah cincin yang dapat menguasai daerah masing-masing, dia iri, dengki dan ingin melenyapkan bangsa ELF sepenuhnya dari dunia ini. Hingga Sauron membuat satu buah cincin yang diberkati oleh kekuatan jahatnya, untuk menguasai bangsa ELF dan menjadi pemimpin tunggal di dunia ini. Semua kekuatan hitamnya dan ambisinya untuk menguasai dunia ini dia tuangkan kedalam cincin tersebut, membuat cincin itu panas dengan ambisi tuannya.

Ketiga pemimpin bangsa ELF mendengar berita bahwa musuh mereka membuat cincin penguasa yang merupakan ancaman bagi bangsa mereka jika Sauron menggunakannya untuk memusnahkan mereka. Segera diadakan perkumpulan ketiga pemimpin dengan dibantu para orang-orang kepercayaan mereka. Aula besar yang digunakan untuk memusyawarahkan masalah ini menjadi tegang akibat kekhawatiran mereka atas murkanya Sauron terhadap bangsa ELF. Ketiga bangsa menyiapkan pasukan terbaik mereka untuk menghalau akses pasukan Sauron untuk masuk kedalam kota-kota besar di setiap bagian daerah. Persenjataan di setiap daerah diperlengkap dengan memperbanyak pedang, anak panah beserta busurnya dan melatih beberapa prajurit yang dirasa belum cakap untuk menghadapi perang besar nanti. Semua pandai besi di di berbagai daerah dikerahkan untuk membuat pedang yang berkualitas perang. Terlihat semua orang sibuk mempersenjatai diri mereka untuk menghadapi perang besar yang belum tahu kapan akan meledaknya.

Dilain pihak putra kegelapan Sauron sedang menikmati dengan santai keindahan cincin buatannya. Menurutnya cincinnya istimewa karena di pinggir lingkaran cincin terdapat satu buah kata yang hanya Sauron yang dapat membacanya. Dengan kata lain tulisan itu adalah tulisan jahat hasil pemikiran paling jahat seorang Sauron, sama dengan para musuhnya Sauron juga mempersiapkan untuk diselenggarakannya perang besar nanti dengan membuat pasukannya sendiri yang terdiri dari makhluk-makhluk menjijikan yang hanya patuh pada tuannya. Seperti sebuah perayaan besar Sauron menentukan tanggal yang bagus untuk mencetuskan lahirnya perang pertama diatas dunia ciptaan sang AInur. Dan hari penting itu tinggal beberapa hari lagi.

Salah satu pemimpin bangsa ELF mempunyai anugrah kekuatan dapat melihat masa depan, yaitu Galadriel seorang perempuan satu-satunya pemimpin dari ketiga bangsa ELF, melihat bahwa perang besar akan terjadi dalam waktu dekat. Mendengar ucapannya kedua pemimpin segera mengerahkan pasukan masing-masing untuk mengawasi perbatasan diwilayah mereka, dan prediksi Galadriel tepat sasaran. Beberapa hari berlalu dan kabut gelap datang menghantam bangsa ELF dengan tanpa belas kasihan. Yah perang telah dimulai dan tak ada yang tersisa.

Seoul, 19 januari 2015

Seorang gadis tampak gelisah diatas ranjangnya, keringat terlihat meluncur dari dahinya gumaman-gumaman aneh keluar dari mulutnya walaupun dengan mata yang masih terpejam. Sangat pas dengan keadaan hujan lebat dimalam ini, seperti dalam drama-drama yang semakin mendramatisir keadaan mimpi buruk dengan adanya hujan.

Gadis itu terbangun tak lama setelah petir menyambar yang terdengar sangat dekat seperti disamping telinga menembakan sesuatu. Dengan mata yang liar melihat sekitar sekedar memastikan bahwa dia masih berada di tempat yang aman, yaitu kamarnya. Sibuk menenangkan diri dengan menyeka keringat yang muncul di dahinya, merapikan kembali posisi selimutnya dan ingin kembali tertidur karena ini masih tengah malam, sebentar dia pejamkan matanya lalu kembali terbuka ketika ia mengingat sesuatu yang harus dilakukannya, melingkari kalender kecil yang terletak di atas meja disamping tempat tidurnya. Dengan gumaman “ 19 januari, sama seperti kemarin mimpi yang sama”. Hembusan napas keras dia keluarkan seperti lelah dengan mimpi setiap harinya, yah.. gadis ini memimpikan hal yang sama setiap malamnya yaitu kejadian perang yang mengerikan dan musnahnya suatu peradaban karena sesuatu yang jahat.

Dia sempat berfikir ada apa dengan dirinya sampai-sampai memimpikan hal yang sama setiap malamnya. Perang?? Pertarungan hei ini sudah zaman modern setiap orang akan mengira dia mengidap penyakit gangguan kejiwaan jika menceritakannya pada orang yang tidak tepat. Psikolog? Bukankah mereka juga seorang manusia yang memiliki akal, pasti mereka juga akan mengira dirinya gila. Dan jalan terbaiknya adalah jangan menceritakan kejadian aneh ini kepada siapa pun!.

Pagi ini seperti biasa, Rahyun akan berangkat menuju kampusnya dengan menggunakan bus dan berusaha melupakan mimpi buruknya semalam walaupun tetap akan teringat karena setiap hari dia rasakan kejadian yang sama. Kejadian seperti ini berawal dari 2 tahun yang lalu yaitu tepat pada pertengahan musim dingin, Rahyun yang saat itu baru berumur 17 tahun merasa kesepian karena harus berdiam diri dirumah hari itu, kedua orang tuannya pergi kunjungan bisnis keluar kota selama beberapa hari membuat Rahyun hanya sendirian di rumah. Yang dilakukan Rahyun dirumah sendirian adalah sibuk membaca novel maupun komik kesukaannya yang bergenre misteri, beberapa saat dia masih betah dengan kegiatan membacanya dan kemudian sudah merasa bosan sampai akhirnya Rahyun berjalan-jalan memutari rumahnya yang lumayan luas, melihat benda-benda antic yang jarang dilihatnya karena dia tidak tertarik dan sekarang mencoba tertarik karena ingin mengisi waktu bosannya, sampai tak sengaja Rahyun menemukan sebuah kotak yang cukup menarik, dia teringat dengan kisah novelnya yang menceritakan tokoh utama menemukan barang peninggalan nenek moyangnya yang menjadi awal petualangannya. Karena dilingkupi rasa penasaran yang cukup tinggi Rahyun mencoba membuka kotak itu dan berhasil, kotak tersebut terbuka dan menampakan isinya.

Rahyun sedikit mengernyitkan alisnya melihat didalam isi kotak tersebut teradapat sebuah kotak lagi yang lebih kecil dari sebelumnya, terbuka dan memuncul kan kotak yang lebih kecil lagi di dalamnya dan begitu seterusnya sampai pada kotak terkecil dan terbuka. Rahyun cukup terkejut melihat isi dari kotak tersebut adalah sebuah cincin emas polos yang cukup indah, entah dorongan dari mana tangan Rahyun yang bebas bergerak ingin menyentuh cincin itu perlahan mendekati permukaan cincin tersebut Rahyun semakin tertarik, sampai ketika tinggal sedikit lagi kulit tangan Rahyun ingin menyentuk permukaan cincin itu muncul mendadak bayangan sebuah kejadian yang cukup menyeramkan muncul di fikirannya. Kejadian itu tak lain dan tak bukan adalah kejadian yang dimimpikannya belakangan ini.

Seoul National University_South Korean

Rahyun berjalan dengan tenang menyusuri koridor kampus menuju kelasnya hari ini, meski dibilang mempunyai wajah yang cantik tapi tak satu pria pun yang terlihat mendekatinya, menyusuri lorong yang sedikit sempit malahan yang terlihat para pria berusaha menjauhkan badan darinya berusaha menjaga jarak lebih tepatnya. Sudah biasa dengan situasi seperti ini Rahyun tak mempermasalahkannya lagi.

Dua puluh menit Rahyun duduk terdiam di dalam kelasnya sendirian, dia selalu datang paling awal agar dapat menempati tempat favoritnya di ujung kelas, sudut dimana kemungkinan tak terlihat, perlahan lahan teman-teman Rahyun memasuki ruangan kelas dan duduk ditempat yang mereka suka semuanya tampak begitu akrab dengan berbagai senda gurau yang mereka bicarakan, berbanding terbalik dengan keadaan Rahyun yang duduk dengan tenang seraya memasang earphone di telinganya pandangannya menerawang jauh keluar jendela kelas yang berada tepat disampingnya.  Pelajaran dimulai kelas hari ini adalah sejarah membahas tentang kejadian masa lampau yang terjadi berpuluh-puluh bahkan beratus tahun sebulum dia dilahirkan dan itu sedikit membuatnya bosan, bosan dengan terdapatnya angka yang menunjukan tahun terjadinya suatu kejadian. Kepalanya sedikit berdenyut membuat Rahyun tak lagi focus dengan materi yang disampaikan oleh dosennya, dia beralih menompangkan dagunya dengan tangannya dan menghadap ke luar jendela mencari udara segar.

Kelas berakhir dengan jatuhnya kepala Rahyun dari sandaran tangannya menandakan dia ketiduran selama pelajaran sejarah, dia bergegas ingin keluar menyadari ruang kelas sudah sepi dan nyaris hanya dirinya sendiri, sedang membereskan buku yang tadi dikeluarkan dari dalam tasnya dan memasukannya kembali, tiba-tiba lampu ruang kelas padam. Suasana hening, Rahyun menghentikan aktifitasnya segera dan berusaha diam tanpa suara dan memasang telinga dengan jeli, berusaha menangkap suara walaupun selirih-lirihnya. Cukup lama Rahyun terdiam dan kini Rahyun merasakan ada siluet bayangan yang berjalan menuju arahya dengan cepat, menghantamkan tubunhya pada dinding dibelakangnya, tak berniat berteriak karena tidak ada gunanya dia terdiam membayangkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi padanya sebentar lagi. Dalam diamnya Rahyun berusaha mengenali sosok yang sedang menghimpitnya ke tembok sekarang, satu yang dipikirannya saat ini bahwa sosok dihadapannya ini adalah serang pria dengan wangi yang tak pernah Rahyun cium sebelumnya, seperti wangi hutan dan pepohonan.

Pria itu semakin menghimpit Rahyun ke tembok membuat tubuh Rahyun sedikit terangkat karena kakinya berusaha berdiri setinggi munkin sehingga membuat badanya tidak bergesekan dengan tubuh tinggi pria dihadapannya ini. Aneh, Rahyun baru menyadari jika sedari tadi dia tidak merasakan adanya tarikan dan hembusan nafas mengingat jaraknya dengan pria di hadapannya ini sangat dekat. Terasa tangan pria dihadapannya ini menyentuh helaian rambut yang menutupi telinganya dan mengatakan sesuatu lalu menghilang bersamaan dengan perginya pria tadi lampu yang sebelumnya mati kini mendadak hidup dan meninggalkan Rahyun yang masih kaget dengan kejadian yang menimpanya barusan.

Sepulang dari kampus, Rahyun masih memikirkan kata-kata yang diucapkan oleh pria aneh tadi, zesar aserhnar, sampainya dirumah Rahyun berusaha untuk mengartikan kalimat itu kedalam bahasa yang dimengertinya, tapi nihil tidak ada arti dalam kalimat itu dalam semua bahasa, lalu itu sebenarnya apa artinya? Tak ada cara lain Rahyun harus menanyakan sendiri kepada pria aneh itu apa artinya dan apa hubungannya dengan dirinya. Dan masalahnya sekarang adalah bagaimana caranya agar ia dan pria aneh itu bertemu kembali.

Dilain waktu, terlihat seseorang dengan memakai jubah abu-abunya berjalan menyusuri jalan setapak ditengah hutan lebat, disamping kanan dan kiri jalan setapak ini dipenuhi dengan pohon-pohon besar yang sangat tinggi, bahkan tidak ada yang tau seberapa tinggi puncuknya. Berjalan menyusuri dengan langkah pasti tibalah ia didepan pintu gerbang yang tak kalah tingginya dengan pohon yang tadi dilewatinya dengan penuh goresan disetiap sudut dinding gerbang menandakan ada sesuatu hal yang ingin mencoba menerobos dan menghancurkan dinding kokoh ini. Ia mulai melangkahkan kakinya kedalam kastil yang tak jauh keadaannya dengan pintu gerbang didepan tadi, beberapa bagian kaca di atas menara pecah dan dibiarkan, permukaan tembok tidak lagi mulus terlihat sekali lunturnya warna tembok sebelumnya yang pasti putih bersih, memasuki ruangan seseorang tadi disambut dengan kedua penjaga yang langsung menghampirinya. “Aku kemari hanya ingin mengigatkan untuk yang kesekian kalinya lady Galadriel Queen of Middle Earth. Dia akan muncul kepermukaan dan menemukan sesuatu yang direnggut darinya dan membalaskan dendamnya” kedua penjaga yang berada di depannya menghalangi langkah kakinya untuk berjalan lebih mendekati singgasana yang terlihat seorang wanita cantik sedang duduk dengan tatapan kosongnya, walaupun terlihat bahwa keadaan tubuhnya baik-baik saja tapi sebenarnya keadaannya tak lebih menyedihkan dengan tahanan yang ingin bebas menghirup udara segar.

Wanita itu cantik bahkan sangat cantik, seluruh tubuhnya bersinar layaknya sinar bulan yang menyinari malam hari yang gelap mencekam, surai rambutnya pirang bergelombang dengan cahaya yang tiada redupnya raut wajahnya menampilkan keteguhan dan keangkuhan bersamaan. Tapi kini wanita tangguh itu sedang sekarat tak berdaya dan hanya tinggal menunggu waktunya untuk kembali dan mempertanggung jawabkan kekuasaannya atas tanah ini, sinar indah yang melingkupi seluruh tubuhnya hari demi hari kian meredup menandakan kekuatannya juga kian meredup, cahaya Ellesar yang melingkupi tanah nya perlahan-lahan ikut meredup seiring dengan lemahnya kondisi penguasanya. Tatapan kosong wanita tangguh itu perlahan terisi dengan secercah harapan yang dia dapat dari dalam fikirannya yang menyatakan di luar sana ada penyelamat yang akan menyelamatkan tanah merdeka terakhir bangsa elf dari kabut kegelapan, pandangannya beralih dengan seorang pria yang sedang dihadang oleh penjaga nya diujung ruangan dekat pintu, sedikit perintah darinya dan kedua penjaga tadi member jalan kepada pemuda itu untuk mendekat. “Kemarilah” lirihnya seraya melambaikan tangannya. Tanpa pikir panjang pemuda tadi melangkah dengan pasti mendekati sang penguasa terakhir bangsa elf. “Benar, dia akan kembali dan membalas kekalahannya di masa lalu, oleh karena itu kau harus menjaga seseorang” kerutan dikening pemuda itu tidak dapat ditutupi lagi mendengar perintah yang dilayangkan kepadanya. “Apa maksud anda? Saya harus melindungi siapa?” senyum yang telah lama sirna dari wajah cantiknya kini kembali mendengar pertanyaan kebingungan dari pemuda dihadapannya ini. Dengan sedikit senyum yang terlukis di wajah tangguhnya membuat cahaya yang telah lama meredup kini perlahan bersinar kembali. “Ketika kau bertemu dengannya kau pasti tau, melindunginya, sangat melindunginya bahkan dengan taruhan nyawamu sekalipun” pemuda di hadapannya tadi telah melangkah pergi meninggalkan kastilnya dengan rasa penasaran yang besar, kerutan di keningnya bertambah ketika mendengarkannya berbicara kalimat terakhirnya.

Rahyun berjalan pelan kali ini, seakan dia malas melangkahkan kakinya untuk sekedar bergerak berpindah tempat, dia tidak memperdulikan tatapan aneh yang dilayangkan padanya tak perduli seberapa lambatnya dia berjalan kali ini tak perduli dengan omongan orang disekitarnya tentangnya kali ini. Kepalanya berdenyut mengingat dia kembali memimpikan hal yang sama lagi kali ini, sakit dikepalanya semakin terasa ketika dia mengingat kejadian kemarin di ruangan kelas dengan ssok misterius yang dia yakini seorang pria. Kepalanya terasa berat dengan hanya memikirkan arti dua kata yang diucapkan pria misterius kemarin, entah kali ini dia bisa mengikuti kelas dengan baik atau tidak.

Seperti biasa kursi yang sama di dudukinya, dengan tangan yang bertumpu pada meja dan memegang kepalanya berusaha menormalkan rasa sakitnya tapi tak berhasil. Perlahan kelas yang tadinya lengang diisi penuh dengan siswa yang mengikuti kelas yang sama dengan Rahyun kali ini.

“Hya!! Choi Rahyun, kau yang menyingkirkan meja dan kursiku kan!? Kembalikan meja dan kursiku dasar wanita jalang!!” seketika seluruh perhatian tertuju pada Rahyun yang hanya diam melihat sekitarnya dengan tatapan menahan sakit. “Cepat kembalikan kursi dan mejanya!! Kenapa kau suka sekali mencari gara-gara dengan kami!! Kau tau kami tak ingin berdekatan dengan mu!!” semua orang di ruangan ini memandang Rahyun sebagai pelaku kejahatan yang seharusnya berada di dalam penjara berlapis dan bukanya disini “Bagaimana aku dapat mengembalikannya jika aku tidak tau dimana keberadaanya” akhirnya suara yang dari tadi di tahan mulutnya keluar juga dengan serak. “mana ku tahu, yang jelas kembalikan kursi dan meja ku sekarang!!”  Rahyun sudah menampakan wajah terganggunya kali ini “Dan bagaimana kau menuduhku jika kau tidak memiliki bukti. Aku bahkan tidak tahu kau akan menduduki bangku yang mana” semuanya terdiam mendengar jawaban Rahyun, memang benar kan? Dan mereka pun bungkam. “Tentu saja kau mengetahuinya, bukankah kau datang paling pagi diantara kami untuk menghafal tempat duduk kami, setelah itu kau menyingkirkan meja dan kursi kami satu per satu dan aksi mu di mulai dengan menyingkirkan meja dan kursi milik Hyena, bukan kah begitu!!” “Yak ku rasa dia benar, lagi pula untuk apa kau datang sepagi itu jika bukan untuk menghafal tempat duduk kami semua, jangan-jangan kau akan melakukan hal yang sama dengan pemilik meja dan kursi itu, menyingkirkannya” mereka rebut sendiri dengan spekulasi yang entah datangnya dari mana, menyingkirkan? Seperti nya hal yang menarik “Sepertinya kalian berharap aku benar-benar melakukannya” kembali semua siswa di kelas ini meributkan hal-hal mengerikan yang akan terjadi mengingat mereka telah membangunkan singa yang tertidur cukup lama.

Seperti itulah hari-hari melelahkan Rahyun lewati dengan langkah kaki yang malas berjalan menyusuri koridor kampus yang mendadak sepi karena dia yang melewatinya, kembali focus dengan jalan di depan terlihat seseorang bertundung tempo hari berada di tengah jajaran murid-murid yang tengah memberikan jalan untuknya seketika raut wajah Rahyun berubah tegang tapi berusaha santai tak terjadi apa-apa, sekarang Rahyun tahu satu fakta yang menguntungkan baginya. Pria misterius itu mengikutinya, itu berarti hanya masalah waktu saja agar  mereka bertemu dan dengan itu pula Rahyun dengan leluasa menanyakan hal-hal yang menganjal dikepalanya.

“Aku akan menunggumu untuk berdiri di hadapanku”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s