_Can I Love You, Saem ?_ part 3

_Can I Love You, Saem ?_ part 3
GENRE : Romance, school life
LENGTH : series
RATED : PG 17
MAIN CAST : Cho Kyuhyun_SJ
Choi Rahyun_OC
AUTHOR : RaraCho
FACEBOOK : https://www.facebook.com/rara.safitri.98622
            “Gadis bodoh, kenapa kau tidak bilang sejak awal padaku, jika kau mengatakannya mungkin aku tidak akan terlal    u berat menghukumu, aku minta maaf, cepatlah sembuh gadis nakal, aku tidak tenang melihatmu terbaring lemah seperti ini” sesal Kyuhyun seraya menggenggam tangan dingin Rahyun.
“Saem…”

Part 3 start

Choi Rahyun, gadis manis yang terlarut oleh perasaannya kepada gurunya sendiri, dia rela pindah sekolah dari sekolah lamanya hanya karena ingin terus berada di dekat Kyuhyun, berlebihan memang. Tapi jika cinta telah menguasaimu apa yang bisa kau lakukan selain menurutinya? Seorang gadis kesepian yang tinggal di Negara ini seorang diri,tidak ada sanak saudaranya yang menetap di Negara ini, semua familynya tinggal di Jepang. Hanya Rahyun yang tinggal di Korea saat ini, jika ditanya kenapa dia memilih bersekolah disini, dari pada di Jepang, alasanya hanya satu yaitu Kyuhyun. Bermula dari perkenalannya dengan Kyuhyun dan berlanjut sampai sekarang.

Tahun 2003

“Rahyun_ah kenapa kau tidak mau belajar disekolah?” tanya pria paruh baya yang diketahui sebagai appa Rahyun.
“Aku malas appa, mereka tidak mau berteman dengan ku, mereka semua mengejekku tidak mempunyai ibu, mereka bilang eomma meninggal karena aku. Apakah benar yang mereka katakan appa? “Tanya polos Rahyun kepada ayahnya. Sang ayah hanya menatap nanar putrinya.
“Tidak sayang, eomma pergi karena memang sudah waktunya eomma pergi”
“Pergi kemana appa? Kenapa eomma tidak mengajak  ku? Rahyun rindu eomma” ucap gadis cilik itu sedih, yah dia baru berusia 7th saat sang eomma meninggalkan Rahyun dan appa nya untuk selamanya.
“Eomma sebenarnya tidak pergi kemana-mana chagi, eomma selalu ada di sini” hibur Choi young do, appa Rahyun sambil menunjukan dada sebelah kirinya,
“Selalu bersama kita, dan mengawasi kita dari atas sana” Young do menatap lagit biru dari dalam kamar putrinya.
“Chagi, kau tau setiap malam appa bermimpi, eomma kembali dan memarahi appa, karena Rahyun tidak mau kesekolah lagi. Kau tau kan jika eomma sedang marah dia akan sangat menyeramkan”
“Benarkah itu appa? Kalau begitu aku akan berdoa” ucap Rahyun kecil sambil membenarkan posisi duduknya dan menautkan kedua tangan nya dan mulai berdoa
“Tuhan, ijinkan Rahyun menyampaikan pesan untuk eomma. ‘eomma jangan memarahi appa lagi, kasihan appa, Rahyun takut bertemu dengan orang-orang yang berada di sekolah itu, makanya Rahyun tidak mau pergi kesekolah lagi. Rahyun janji besok akan pergi ke sekolah dan belajar dengan benar. Dan satu lagi, eomma jangan hadir di mimpinya appa terus, Rahyun juga mau memimpikan eomma’ Tuhan apakah pesan Rahyun terlalu panjang? Ah.. satu lagi’eomma saranghae” Young do terharu melihat putrinya berdoa demi dirinya, walaupun ceritanya barusan adalah kebohongan.
Setelah membuang waktu cukup banyak untuk menghilangan kenangan keluarga kecil ini akan sosok sang ibu, akhirnya Rahyun dan tuan Choi dapat merelakan kepergian seseorang yang mereka cintai dengan tenang.
Tidak terasa gadis kecil yang dulu sering menangis jika diejek oleh teman-temannya, sekarang berubah menjadi gadis yang anggun dan tentunya cantik. Masa-masa sekolah menengah pertamanya dihabiskan di Jepang. Sampai saat dimana Choi young do mengenalkan Kyuhyun kepada Rahyun, sang appa mengenalkan Kyuhyun sebagai guru privat Rahyun pada saat itu, karena Rahyun tidak terlalu menguasai mata pelajaran yang memusingkan seperti itu.
Dan dari terlalu sering bertemu, menghabiskan waktu  bersama walau dalam acara belajar mengajar. Telah membuat Rahyun menanam rasa lain pada guru mudanya ini. Awalnya Rahyun mengira ini hanya perasaan kagum semata karena sering bertemu dan menghabiskan waktu bersama, tapi ternyata bukan ini benar-benar sesuatu yang dirasakan oleh orang yang sedang jatuh cinta pada umumnya.
Hari yang dinanti-nanti Kyuhyun  akhirnya tiba, hari dimana dia harus kembali kenegara asalnya Korea, setelah menempuh program sarjananya di Jepang. Dan hari yang paling ditakutkan Rahyun pun tiba, hari dimana dia harus melepaskan cinta pertamanya. Tuan Choi merasa kasihan melihat putrinya yang begitu terpukul oleh kepergian Kyuhyun, akhirnya memperbolehkan Rahyun untuk melanjutkan sekolahnya di negri gingseng itu seorang diri.
Dan akhirnya disinilah Rahyun berada sekarang, bersekolah di Jaeguk Senior High School tempat dimana dia bisa melihat Kyuhyun setiap hari, karena Kyuhyun menjadi salah satu staf pengajar di salah satu Senior High School elit di Negara ini.

Tahun 2014

“Saem..” panggil seseorang yang mengagetkan Kyuhyun
“Park Haena? Apa yang kau lakukan disini, apakah kau membolos lagi?! Setelah aku kembali ke sekolah jangan harap kau dapat bebas dari hukuman mu nona Park!”  ancam Kyuhyun pada muridnya ini.
“Haish.. saem, bisakah kau tenang sedikit? Bisa-bisa Rahyun terbangun karena volume suara saem melengking seperti ahjumma-ahjumma yang kemalingan” sungut Haena sebal dengan  tingkah gurunya ini, apakah dia tidak sadar sedang berada dimana? Oh..
“Lalu apa yang kau lakukan disini Park Haena!?” ucap Kyuhyun seperti berbisik kepada Haena.
“Ini sudah waktunya pulang sekolah saem, makanya aku kemari, aku masih cukup waras jika datang kesini pada saat jam pelajaran dan mengetahui disini masih ada saem. Aku bisa mati” balas Haena tanpa berbisik tapi dia mengecilkan suaranya
“Bagaimana keadaan Rahyun saem? Dia tidak apa-apa kan?” lanjut Haena lagi
“Jika dia tidak apa-apa untuk apa dia terbaring disini?” tanya Kyuhyun sinis
“Jadi sakit maagnya semakin parah? Huh ini semua gara-gara saem! Jika saja saem memberikan kesempatan kepada Rahyun untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, Rahyun tidak akan terbaring lemah seperti ini lagi!” emosi Haena meledak, mengetahui penyakit yang diderita sahabatnya semakin parah, apalagi ini semua disebabkan oleh saem yang sok mengatur menurutnya.
“Lagi? Jadi Rahyun pernah dirawat seperti ini juga? Apakah separah itu penyakitnya?” tanya Kyuhyun penasaran pada Haena, sedangkan yang ditanyai malah diam membisu, menimbang apakah penyakit Rahyun harus diceritakannya pada Kyuhyun atau tidak.
“Ya, semenjak Rahyun pindah ke sini beberapa tahun yang lalu tepatnya. Dia sengaja pindah jauh dari Jepang hanya untuk mengejar seseorang yang dianggapnya penting untuknya. Akibat jauhnya jaraknya kepada sang ayah, akhirnya pola makan Rahyun tidak dijaga sama sekali. Dia harus memaksakan tubuhnya untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan asing yang sama sekali tidak pernah diduga olehnya. Dan penyakit ini pun datang membuat hidup Rahyun selalu dalam keadaan waspada.” Jelas Haena panjang lebar sambil sesekali melihat keadaan Rahyun yang masih dengan damainya menutup matanya.
“Sebegitu pentingnya kah orang itu untuk Rahyun? Apakah kau mengetahui siapa orang itu Haena?” tanya Kyuhyun lagi dengan wajah yang antusias
“Aku tidak begitu tau saem, yang aku tau seseorang itu adalah cinta pertama Rahyun yang tid..”
“Haena_ah….” Ucapan Haena terpotong oleh suara lirih yang berasal dari ranjang kesakitan rumah sakit. Yah Rahyun sudah sadar,
“Rahyun_ah kau sudah sadar? Bagaimana perasaanmu? Apakah sudah membaik?” tanya Haena antusias
“Aku baik-baik saja na_ah. Cho saem? Kenapa saem berada disini?” tanya Rahyun penasaran saat melihat ada orang lagi selain Haena dan dirinya.
“Eoh..? aku hanya melihat kondisimu” jawab Kyuhyun sambil menggaruk kepala bagian belakangnya yang tidak gatal, yang menandakan dia sedang gugup.
“Aku sudah tidak apa-apa saem, mari kembali ke sekolah, aku tidak seharusnya berada disini, hukuman ku belum selesai. Masih ada 78 lembar lagi yang belum aku tulis”
“Lupakan tentang hukumanmu! Anggap saja kau telah menyelesaikannya” Ucap Kyuhyun seraya keluar dari kamar rumah sakit yang ditempati Rahyun ini. Sedangkan Rahyun dan Haena hanya melihat kepargian Kyuhyun dengan tatapan bingung.
“Apa yang terjadi dengan Cho saem, Hana_ah?”
“Tidak tau,” Rahyun menatap sahabatnya dengan tatapan curiga.
“Selama aku tidak sadar, kau tidak memberitaukan hal-hal aneh pada saem tentang aku kan? Park Haena?”
“An…anio aku mana berani,” ucap Haena gugup.
“Baguslah kalau begitu” ucap Rahyun seraya berusaha melepaskan jarum infuse yang dengan cantiknya melekat di pergelangan tangan nya.
“Ya!! Apa yang kau lakukan?” cegah Haena sambil menghentikan aksi Rahyun, sedangkan Rahyun hanya menatap sahabatnya heran.
“Tentu saja aku ingin pulang Haena_ah,, lagi pula aku tidak mempunyai cukup uang untuk membayar biaya rawat inap jika aku masih tetap disini.”
“Lagi pula hukuman ku belum aku selesaikan, aku merasa bersalah pada Cho saem” ucap Rahyun degan suara lirih seraya menunduk melihat lantai kamar rumah sakit dengan mata berkaca-kaca.
“Yang harusnya merasa bersalah itu Cho saem, bukannya kau Rahyun! Kau tidak ingat, Cho saem yang menyebabkan kau terbaring disini, kau tidak mencoba untuk membelanya kan?!” Ucap Haena emosi dengan sahabatnya ini.
“Tak apa Haena_ah, saem hanya tidak tau akan penyakitku, tapi.. kau tadi tidak bilang yang mecam-macam kan?” tunjuk Rahyun
“Kau tidak memberitahukan saem masalah penyakitku ini kan?” tunjuk Rahyun lagi, sedangkan yang sedang ditunjuk hanya menggeleng-gelengkan kepalanya berbohong.

Sedangkan sedari tadi Kyuhyun tidak sepenuhnya pergi meninggalkan kamar rumah sakit ini, dia hanya sedang berdiri menyandar di tembok disebelah pintu masuk kamar Rahyun, dan mendengar semua yang dikatakan dua gadis muda di dalam.
“Mau sampai kapan kau menyembunyikan penyakitmu Rahyun_ah?”

Beberapa hari kemudian, Rahyun kembali lagi menjalankan rutinitasnya di sekolah dan tentunya selalu bersama dengan Haena yang selalu membawa obat Rahyun, jika ditanya kenapa Haena membawa obat Rahyun setiap hari, jawabannya adalah. Rahyun selalu lupa untuk meminum obatnya, dan jika Rahyun tiba-tiba mengingat harus meminum obat, dia akan membuang obatnya, karena dia membenci benda pahit seperti itu,

Kelas pertama dan kedua Rahyun lewati dengan baik, sesekali dia melihat kearah luar kelas, berharap dapat melihat seseorang yang telah membuatnya rindu, tapi sedari tadi batang hidung orang yang dirindukannya belum juga muncul, Rahyun selalu mengingat rutinitas Kyuhyun disekolah, Kyuhyun akan melewati depan kelas Rahyun untuk menuju kelas yang akan diajarnya. Tapi sekarang pria itu belum melewati kelas Rahyun sama sekali,
“Apa ada pergantian jadwal Haena_ah?” tanya Rahyun kemudian, yah selama beberapa hari tidak masuk kesekolah membuat Rahyun ingin memastikan bahwa tidak ada peergantian jadwal.
“Tidak ada, kenapa memangnya?”
“Tidak, hanya saja aku belum melihat Cho saem melewati depan kelas kita hari ini”
“Lalu, untuk apa kau mencarinya lagi Hyun_ah?” “Bukankah hukumanmu sudah selesai, bahkan Cho saem sendiri yang memutuskannya” ucap Haena penasaran
“Tapi tetap saja. Aku merasa tidak enak hati Na_ah” jawab Rahyun seraya menundukan kepalanya.

“Choi Rahyun!! Kau dipanggil Han saem untuk menghadap ke ruangannya!” suara sang ketua kelas menggelegar memecah kegaduhan yang tercipta dan menyisakan kediaman para siswa.

“Gamsahae Jong_ah” balas Rahyun kemudian, walaupun sedikit merasa terkejut namanya disebut oleh ketua kelas untuk menghadap guru kepala.
“Huh.. Haena_ah, aku pergi dulu ne, jika kau melihat Cho saem, sampaikan padanya aku mencarinya” setelah mengatakan pesan nya kepada Haena, Rahyun segera pergi menuju ruangan Han saem.

Tok,Tok,Tok
“Masuk!!” Rahyun sedikit bergindik mendengar suara tajam dari dalam,
“Anyeong Han sem, ada ap….” Ucapan Rahyun terpotong saat dia melihat didalam ruangan itu tidak hanya ada Han saem,tapi dua orang lagi yang mengejutkan Rahyun.
“Rahyun_ah… appa merindukanmu nak,”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s